SriwijayaPost/
Home »

Pali

Kisah Marwani Pria Pali, Merawat Alquran Kuno Terbuat Dari Daun Lontar

Ia mengatakan Al-quran tersebut merupakan warisan atau pemberian dari gurunya yang berada di pulau jawa sejak tahun 2013 lalu, dan dirinya merupakan g

Kisah Marwani Pria Pali, Merawat Alquran Kuno Terbuat Dari Daun Lontar
Marwani, sedang memperlihatkan tulisan Al-quran d daun Lontar. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ariwibowo

SRIPOKU.COM, PALI-Tulisan Al-quran yang tersusun dari helaian daun lontar, dan berbalutkan dengan bahan kulit di bagian depan dan belakangnya ini dirawat rapi oleh Marwani Udjang, seorang pengusaha terletak di jalan Merdeka nomor 199 Kelurahan Handayani Mulia, Talang Ubi, PALI.

Pria yang merawat Al-quran tua yang diperkirakan dibuat pada puluhan tahun.

Di mana pada masa itu daun lontar merupakan salah satu alat komunikasi yang digunakan untuk menulis.

Masih tanda tanya Al-quran yang dirawat nya itu merupakan salah satu kitab suci peninggalan kesultanan atau pun Kiai-kiai muslim pada zaman terdahulu.

"Kalau untuk pastinya saya tidak tahu kapan Al-quran ini dibuat dan memerlukan waktu berapa lama. Namun, dari logika dan sejarahnya Al-quran ini diperkirakan dibuat sekitar abad belasan dahulu, dengan alat seminim mungkin sebelum kertas masuk ke negara kita. Makanya ulama-ulama terdahulu menuliskannya pada helaian daun lontar ini," kata Marwani, Senin(5/6/2017)

Ia mengatakan Al-quran tersebut merupakan warisan atau pemberian dari gurunya yang berada di pulau jawa sejak tahun 2013 lalu, dan dirinya merupakan generasi keempat untuk pemegang dan pengurus Al-quran itu.

"Pesan moralnya sudah pasti untuk memperkuat keimanan kita, memberitahu kita pada zaman dahulu betapa sulitnya umat muslim menulis tangan ayat-ayat Al-quran pada helaian daun lontar untuk dibaca para anak cucunya," katanya.

Ia mengaku tidak ada ritual atau perawatan khusus, hanya saja dirinya selalu berhati-hati saat membuka Al-qur'an tersebut karena sudah termakan usia. Saat lembarannya dibuka masih tercium aroma khas daun lontar.

"Tidak ada cara spesial merawatnya, hanya kita taruh dalam kotaknya saja, kalau ada yang datang mau melihat baru kita keluarkan," ujar Marwani.

Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help