SriwijayaPost/

Dibawa Keliling Dengan Mobil, Buruh Perempuan Ini Dipaksa Lakukan Solo Seks

Seorang perempuan buruh pabrik di Surabaya ini menjadi korban penipuan hingga dipaksa beradegan seks.

Dibawa Keliling Dengan Mobil, Buruh Perempuan Ini Dipaksa Lakukan Solo Seks
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, SURABAYA -Seorang perempuan buruh pabrik di Surabaya ini menjadi korban penipuan hingga dipaksa beradegan seks.

Semula dia mengikuti instruksi pelaku, karena mengaku sebagai polisi.

Namun, perempuan itu kemudian melapor pelaku ke polisi setelah mengaku disekap dan dipaksa beradegan seks.

Pelakunya seorang pria yang mengaku sebagai anggota polisi.

Korban yang saat itu sedang bersama pacarnya diamankan pelaku bernama Iqbal (36) di depan pintu masuk Pantai Ria Kenjeran, Surabaya pada Jumat (26/5/2017) pekan lalu pukul 01.00 WIB.

"Pelaku mengaku sebagai polisi dari satuan narkoba memeriksa kelengkapan surat kendaraan, lalu menyuruh korban masuk mobil," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, Jumat (2/6/2017).

Pelaku kepada pacar korban mengatakan akan membawanya ke kantor polisi, dan sang pacar mengikuti dari belakang.

Di tengah jalan, pacar korban ditinggal.

Di dalam mobil itu, polisi gadungan ini meminta korban beradegan seks.

Lalu dilanjutkan di sebuah hotel di kawasan Mulyorejo hingga pukul 04.00 WIB pagi.

"Setelah itu keduanya keluar hotel dan menurunkan korban di kawasan Wiyung setelah memberinya uang 100.000," terang Shinto.

Jajaran Satreskrim Surabaya menangkap pelaku, Kamis (1/6/2017) malam di rumahnya. Pengakuan pelaku kepada polisi, tidak ada aksi pemerkosaan dalam penyekapan itu.

"Pelaku hanya ingin merasakan fantasi seksual melihat langsung perempuan beradegan seks," jelas Shinto.

Polisi sedang mendalami kasus tersebut, karena dari informasi yang dihimpun polisi, ada perempuan lain yang juga menjadi korban.

Artikel ini DIpublikasikan di Kompas dengan judul: Sekap Wanita untuk Beradegan Seks, Polisi Gadungan Ditangkap Aparat

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help