Kapal Perang KRI Multatuli 561 Kawal Parade Ratusan Kapal Mengenang Perjalanan Soekarno

Ratusan kapal nelayan tersebut dihiasi dengan berbagai pernak-pernik yang meriah, seperti bendera merah putih berukuran kecil serta besar

Kapal Perang KRI Multatuli 561 Kawal Parade Ratusan Kapal Mengenang Perjalanan Soekarno
Kompas. com/Sigiranus Marutho Bere
Ratusan kapal sedang menggelar parade laut dari Pulau Ende menuju Pelabuhan Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (1/6/2017). 

SRIPOKU.COM, ENDE - Sebanyak 100 kapal nelayan dengan berbagai hiasan menggelar parade laut dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Kamis (1/6/2017) pagi.

Acara diawali dari Pulau Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuju pelabuhan Bung Karno, Kota Ende.

Ratusan kapal nelayan tersebut dihiasi dengan berbagai pernak-pernik yang meriah, seperti bendera merah putih berukuran kecil serta besar, gambar burung Garuda Pancasila dan foto Presiden Soekarno.

Pantauan Kompas.com, parade laut kapal-kapal nelayan tersebut dikawal oleh kapal perang KRI Multatuli 561 yang telah berada di wilayah perairan Ende sejak Rabu (30/5/2017) lalu.

Hadir dalam parade itu, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis, anggota DPR RI Andre Parera, sejumlah bupati se-NTT dan pejabat lainnya.

Ratusan orang yang berada di dalam KRI Multatuli, di antaranya anggota TNI, polisi, pelajar, mahasiswa, petugas kesehatan, tokoh adat dari sejumlah etnis dan tiga pasangan muda-mudi yang menjadi juara 1 sampai 3 lomba mirip Soekarno dan Inggit Garnasih, lalu turun dari kapal dengan membawa plakat burung Garuda Pancasila.

Setelah ratusan orang turun dari atas kapal, acara dilanjutkan dengan tutur adat dengan menggunakan Bahasa Ende Lio oleh seorang tokoh adat di depan Menteri Eko dan sejumlah pejabat lainnya.

Menteri Eko bersama pejabat dan ribuan warga kemudian berjalan kaki dari Pelabuhan Ende menuju Lapangan Pancasila Ende untuk menggelar upacara.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu ditemui di sela-sela parade laut tersebut mengatakan bahwa makna yang mau diambil dari kegiatan parade laut tersebut adalah untuk mengenang awal mula Bung Karno diasingkan ke Ende.

"Jadi parade ini menceritakan tentang awal mula Bung Karno diasingkan oleh Belanda ke Ende sehingga masyarakat tahu akan sejarah tersebut," ucapnya.

Menurut Marius, parade laut tersebut merupakan bagian dari parade kebangsaan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Ende, dengan dibantu oleh Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata NTT.

Hal ini juga, kata Eko, sebagai diorama mengenang kembali diasingkannya Bung Karno dari Batavia ke Ende pada tahun 1934-1938, tetapi juga untuk memperingati bagaimana sari-sari Pancasila digali oleh Bung Karno di Ende. (Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere)

Berita ini telah dipublikasikan di kompas.com dengan judul Parade Ratusan Kapal Mengenang Perjalanan Soekarno ke Kota Kelahiran Pancasila

Editor: Sudarwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help