Home »

Bisnis

» Makro

Indeks Harga Saham Gabungan

Inilah Saham-saham yang Mendapat "Berkah" di Bulan Ramadhan

Memasuki bulan Ramadhan, sejumlah emiten mendulang banyak keuntungan. Utamanya, perusahaan-perusahaan yang terkait dengan sektor konsumer yakni makana

Inilah Saham-saham yang Mendapat
Antara
Ilustrasi.

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Memasuki bulan Ramadhan, sejumlah emiten mendulang banyak keuntungan. Utamanya, perusahaan-perusahaan yang terkait dengan sektor konsumer yakni makanan, minuman, dan ritel.

Berita Lainnya:
Dibayangi Isu Ransomware, IHSG Dibuka Menguat Hari ini

Mengutip Kontan, Selasa (30/5/2017), sejumlah analis merekomendasikan untuk mencermati saham-saham sektor tersebut.

Seperti halnya Reza Analis Binartha Parama Sekuritas Priyambada. Dia menyatakan, perlunya memperhatikan saham emiten makanan dan minuman. Sebab, pada Ramadan dan menjelang Lebaran, permintaan produk konsumer cenderung meningkat.

"Produk makanan dan minuman serta farmasi ini yang paling besar, kemudian fesyen," kata Reza, Minggu (28/5/2017).

Senada dengan Reza, Analis NH Korindo Sekuritas Bima Setiaji menilai, tingkat keyakinan konsumen lebih tinggi ketika memasuki Ramadan. Karena itu, saham konsumsi dan ritel bisa menjadi pilihan yang menarik.

Dalam riset mingguannya, NH Korindo memilih tiga saham konsumer yang perlu diperhatikan saat Ramadan dan Lebaran, yakni PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Saham ini juga cukup defensif menghadapi sentimen negatif ketidakpastian global.

Pertumbuhan INDF akan didorong oleh unit-unit bisnis yang terdiversifikasi, yakni mi, tepung, agribisnis, dan distribusi. Sementara itu penjualan UNVR tahun ini berpeluang tumbuh 10,2 persen lewat inovasi produk serta jaringan iklan yang lebih luas.

Namun, pendapat Reza sedikit berbeda. Menurutnya, UNVR memang mendapat sentimen positif Ramadan, namun valuasi saham UNVR kini sudah mahal.

Menurut data RTI, price to book value (PBV) UNVR 54,58 kali dengan price to earning ratio (PER) sebesar 46,4 kali. Bandingkan dengan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang memiliki PBV 7 kali dan PER 30 kali.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help