Pria Ini Awalnya Ditangkap Karena Senjata Tajam, Tapi Pengakuannya Mengejutkan

saat diinterogasi tiba-tiba pelaku terpancing dan mengakui jika telah melakukan perampokan mobil Carry bermuatan tabung gasl.

Pria Ini Awalnya Ditangkap Karena Senjata Tajam, Tapi Pengakuannya Mengejutkan
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Pelaku Hendri dan Zakir diamankan di Mapolres Empatlawang bersama barang bukti, Rabu (24/5/2017) 

SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG- Dua dari empat pelaku perampokan satu unit mobil carry futura pick- up warna hitam dengan nomor polisi BD 9551 LC, milik Sapei (38) warga Desa Muarasidang Kecamatan Paiker Empatlawang, pada (14/4) lalu, bermuatan 202 buah gas LPG tiga kilo gram akhirnya terungkap.

Pelakunya Zakir (43) Warga belakang pasar kalangan Pendopo dan Hendri (39), warga Desa Tanjungbaru Kecamatan Pendopo, Empatlawang.

Penangkapan keduanya karena tertangkapnya Zakir yang kedapatan membawa senjata tajam dan diamankan di Mapolres Empatlawang, saat diinterogasi tiba-tiba pelaku terpancing dan mengakui jika telah melakukan perampokan mobil Carry bermuatan tabung gas bersama tersangka Hendri dan dua orang teman lainnya saat ini masih buron.

Setelah mendapat keterangan tersebut kemudian pada anggota langsung bergerak dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Robi Sugara, melakukan penyelidikan dan didapat Informasi jika Hendri sedang berada di Desa Pagar Tengah Kecamatan Pendopo.

Setelah dilakukan penangkapan kepada Hendri, diketahui mobil yang mereka rampok telah dijual seharga Rp. 5,8 juta begitu juga dengan tabung gas Elpiji dijual terpisah kepada warga secara eceran di Desa Muarakarang.

" kami jual mobil carry seharga Rp 5,8 juta dan tabung gas Rp 6 juta hasilnya kami bagi empat Er dan Ib," ungkap Zakir turut diakui Hendri dibincangi wartawan, Rabu (24/5).

Menurut Zakir ia mendapat bagian sebesar Rp. 3,3 juta sedangkan Hendri mendapat bagian sebesar Rp 2,8 juta saat ini uang sudah habis digunakan kebutuhan sehari-hari. Pada kasus ini ia bertugas mengiring korban ke hutan dan meninggalkan mereka.

Saat ini polisi telah berhasil mengamankan barang bukti mobil carry pick up dan berusaha mengumpulkan gas elpiji yang telah dibeli masyarakat untuk kembali dikumpulkan di rumah kepala desa Muarakarang.

Beruntung masyarakat secara sukarela mau mengembalikan tabung gas tersebut kepada polisi.

Kasat Reskrim Polres Empatlawang, AKP Roby Sugara mengatakan tindakan pelaku ini cukup meresahkan warga di Empatlawan saat beraksi komplotan pelaku menggunakan senjata api jenis kecepek dan sajam mereka tidak segan melukai korban jika berusaha melawan.

Dijelaskan Roby saat melancarkan aksinya para pelaku sudah mengintai saat mobil lewat pelaku mencegat dan mengancam korban saat itu dua orang korban dibawa ke hutan dan tinggalkan.

"Para pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjarah," kata Roby.

Penulis: Awijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved