Hari Pertama Jadi Bupati, Ini Dilakukan Dodi untuk Kemajuan Pendidikan di Muba

Langkah kerja pertama dalam membangun Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) langsung diterapkan oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex.

Hari Pertama Jadi Bupati, Ini Dilakukan Dodi untuk Kemajuan Pendidikan di Muba
SRIPOKU.COM/FAJERI
Bupati Muba Dodi Reza Alex Ketika melakukan penandatangan kerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation 

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Langkah kerja pertama dalam membangun Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) langsung diterapkan oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex, salah satunya dengan melakukan kerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach (PSF-SDO).

Program kerja sama tersebut diberi nama Lighthouse School dan Pusat Belajar Guru, dengan membuat suatu wadah khusus dalam meningkatkan kompetensi guru.

Bupati Muba, Dodi Reza Alex, mengatakan dalam meningkatkan taraf pendidikan di Kabupaten Muba saya telah membuat beberapa program. Salah satunya Lighthouse School Program, dimana suatu progran dalam meningkatkan kualitas sekolah secara internsif melalui pendekatan komprehensif dan kolaboratif untuk mewujudkan sistem manajemen sekolah yang akuntabel.

"Ya, Program Lighthouse School merupakan proses intervensi untuk mempersiapkan sekolah menjadi Lighthouse School. Program ini berfokus pada pengembangan profesional guru, peningkatan kualitas manajemen sekolah, peningkatan kapasitas siswa, dan pemberdayaan komunitas sekolah. Awal program ini kita telah menjadikan beberapa sekolah sebagai uji coba antara lain SD Negeri 1 Babat Toman, SD Negeri 1 Sungai Lilin, SMP Negeri 1 Babat Toman, SMP Negeri 1 Sungai Lilin," kata Dodi.

Selain Lighthouse School, lanjutnya  juga ingin guru-guru di Kabupaten Muba mempunyai kompetensi yang baik. Hal itu juga menjadi fokus kita dengan membuat Pusat Belajar Guru (PBG).

Dimana PBG ini, sebuah instistusi penyedia akses pembinaan profesionalisme guru yang berkesinambungan, sistematis, dan terstruktur.

"PBG ini nantinya akan menjadi tempat dimana guru-guru akan ditempa menjadi profesional, lalu akan diberikan pelatihan, pendampingan, diskusi dan pertukaran informasi antar komunitas guru baik dari keempat sekolah tersebut, maupun sekolah lain di wilayah Muba," ujarnya.

Selama periode Lighthouse School berlangsung, peserta program terdiri dari kepala sekolah dan guru-guru di Muba. Mereka akan mendapatkan serangkaian pelatihan, coaching dan mentoring, serta pembinaan.

“Kita berharap Lighthouse School Program (LSP) dan Pusat Belajar Guru dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang diterapkan dalam 3 tahun ke depan, dan dipastikan dapat memberi manfaat bergulir bagi sekolah-sekolah dan komunitas yang ada di wilayah MUBA.

Melalui partisipasi aktif dari berbagai kalangan, program ini diharapkan dapat membawa generasi muda MUBA menjadi siswa-siswa berprestasi di wilayah Sumsel," harapnya.

Sementara, Head Of PSF-SDO, Gusman Yahya, menambahkan Lighthouse School Program dan Pusat Belajar Guru, keduanya merupakan program unggulan yang dirancang oleh oleh Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach, yang bertujuan dalam menjawab tantangan dalam dunia pendidikan.

"Melalui program ini kita ingin kesenjangan yang timbul antara pendidikan di kota besar dan daerah maupun Kabupaten, mendorong kami untuk membuat sebuah program berkelanjutan yang ditujukan pada peningkatan kompetensi guru dan kualitas pendidikan di sekolah. Dengan implementasi program di Kabupaten Banyuasin, kami menargetkan bahwa dalam kurun waktu 3 tahun, keempat sekolah sasaran dapat menjadi sekolah rujukan karena prestasi dan kualitasnya yang baik," ungkapnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help