SriwijayaPost/

Truk Batubara Patah As, Pengendara Kesal Jalan Terhambat karena Macet

Jika mereka melanggar akan ditangkap dan ditilang, namun sepertinya kesepakatan tersebut hanya isapan jempol saja.

Truk Batubara Patah As, Pengendara Kesal Jalan Terhambat karena Macet
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak jalanan lintas Sumatera macet total akibat ada truk batubara yang rusak karena patah As di dekat pintu perlintasan KA Ujan Mas, Muaraenim, Jumat (19/5). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Ratusan pengguna jalan keluhkan operasional truk batubara. Pasalnya gara-gara sebuah truk yang patah As membuat jalanan macet total hingga berjam-jam di Ujan Mas, Kabupaten Muaraenim, Jumat (19/5/2017) sekitar pukul 19.00.

Dari pengamatan dan informasi yang dihimpun di lapangan, kemacetan yang disebabkan oleh angkutan batubara sudah terlihat sejak pukul 16.00.

Padahal sebelumnya salah satu isi dari izin Gubernur Sumsel adalah angkutan batubara boleh melintas pada pukul 18.00.

Bahkan beberapa hari sebelumnya sudah ada kesepakatan antara para pengusaha batubara dengan Dishub Muaraenim dan Polres Muaraenim untuk mematuhi aturan tersebut, dan jika mereka melanggar akan ditangkap dan ditilang, namun sepertinya kesepakatan tersebut hanya isapan jempol saja.

Menurut Fadli (35) warga Muaraenim bahwa ia sekeluarga berencana akan ke Palembang dengan membawa kendaraan sendiri sekitar pukul 16.30 berangkat dari Muaraenim.

Pihaknya sengaja memilih sore bukan malam karena jika malam takut terjebak macet oleh angkutan batubara.

Namun ketika berangkat alangkah terkejutnya sebab, jalanan lintas Sumatera dari Muaraenim hingga Ujan Mas sudah padat oleh angkutan batubara.

Dan yang mengesalkan lagi, ternyata di daerah Ujan Mas sudah ada angkutan batubara yang rusak akibat patah As sehingga membut kemacetan panjang. Dan ini katanya, hampir terjadi setiap hari.

"Saya sudah dua jam terjebak macet. Baru sekitar magrib tadi, mobil mulai berjalan merayap," ujarnya kesal.

Masih ditambahkan Fadli, beberapa tahun yang lalu katanya akan ada jalan khusus untuk angkutan batubara, mengapa sudah bertahun-tahun jalan tersebut belum juga ada kejelasan.

Kalau seperti ini terus, selain sangat merugikan masyarakat akibat kemacetan, debu dan lakalantas yang merengut ribuan korban jiwa, serta membuat jalan Lintas Sumatera cepat rusak dan tidak akan pernah mulus.

Sementara itu Kapolres Muaraenim melalui Kasatlantas AKP Adik Listyono, bahwa saat ini, pihaknya telah mengerahkan seluruh personil lalulintas untuk mengurai kemacetan dan mengatur lalulintas supaya tidak bertambah macet.

Hal tersebut dikarenakan selain memang kendaraan batubara banyak dan konvoi juga ada truk batubara yang rusak akibat patah As di dekat pintu perlintasan rel KA Ujan Mas.

"Saya sudah kerahkan seluruh personil. Saya hanya meninggalkan satu personil di Pos Jembatan Enim II untuk mengatur lalulintas di kota Muaraenim," ujar Kasatlantas.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help