SriwijayaPost/

Kisah Inspiratif:Uwais Pemuda Fakir yang Gendong Ibunya dari Yaman ke Mekkah, Begini Nasibnya

Sang Ibunya terharu dan bercucuran air, sembari sesungukan dan terisak, dia telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka'bah, ibu dan anak itu berdoa.

Kisah Inspiratif:Uwais Pemuda Fakir yang Gendong Ibunya dari Yaman ke Mekkah, Begini Nasibnya
Istimewa
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM-Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw dan bertanya kepada beliau, "Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak aku pergauli?" Beliau menjawab, "Ibumu! Ia bertanya lagi, "Lalu siapa?" Rasul menjawab lagi, "Ibumu!" Ia balik bertanya, "Siapa lagi?" Rasul kembali menjawab, "Ibumu!" Ia kembali bertanya, "Lalu siapa lagi?" Beliau menjawab, "Bapakmu!"
(Dikeluarkan oleh Asy-Syaikhani (Bukhari-Muslim).

SYAHDAN. Kisah dari Yaman, tinggalah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Meski cacat, dia pemuda yang soleh dan berbakti kepadanya Ibunya. Untuk diketahui, Ibunya wanita tua yang lumpuh. Namun Uwais begitu setia, dan merawatnya dengan sabar.

Pada hari yang tenang dan damai, tiba-tiba ibunya meminta hal yang aneh:

"Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya.

Uwais bingun, tapi dia merenung. Perjalanan ke Mekkah begitu jauh, harus melewati padang pasir tandus nan panas. Dia tidak punya apa-apa, sekadar uang, apalagi kedaraan unta dan perbekalan.

Dalam renungannya Uwais mendapatkan ide brilian. Dia harus kuat, dan banyak latihan. Maka dibelilah seeokar anak lembu. Bukan onta, maklum onta terbilang mahal, sekalipun anaknya, maka dia memilih lembu. Sontak hal ini menjadi bahan tertawaan. Anak lembu itu? Tidak mungkin bisa ditunggangi seperti onta.

http://1.bp.blogspot.com/-Ao3zZgCKc-0/UrbgC4pI1zI/AAAAAAAAEIA/bcjFJ1WSttU/s1600/uways+al+qarni+1.jpg

Lebih aneh lagi, Uwais membuat kandang di atas bukit. Sehingga seperti orang gila hingga lembu itu dewasa, (kira-kira selama hampir 8 tahun), Uwais bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. Orang pun menyebut jika dia sudah gila"Uwais gila.. Uwais gila..." kata orang-orang.

Namun dia tidak bergeming, tak pernah ada hari yang terlewatkan dengan menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Namun, dia bagi Uwais ringan-ringan saja. Karena dia pun sudah terbiasa, karena seiring dengan besarnya anak lembu itu, ototnya pun semakin kuat dan besar. Jadilah dia di kampung itu sebagai orang yang bertenaga besar sehingga setelah itu tidak ada lagi orang yang berani mengolok-oloknya.

Singkat cerita delapan bulan berlalu, hingga musim Haji tiba. Lembu Uwais mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.

Halaman
1234
Penulis: Hendra Kusuma
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help