SriwijayaPost/
Home »

News

» Sains

Remaja India Rifath Sharook, Ciptakan Satelit Teringan di Dunia untuk NASA

Seorang remaja asal Chennai, India, Rifath Sharook, baru saja menciptakan satelit teringan di dunia yang akan diluncurkan Badan Penerbangan dan Antari

Remaja India Rifath Sharook, Ciptakan Satelit Teringan di Dunia untuk NASA
Gadgetsay
Rifath Sharook dan satelit KalamSat ciptaannya. 

SRIPOKU.COM - Seorang remaja asal Chennai, India, Rifath Sharook, baru saja menciptakan satelit teringan di dunia yang akan diluncurkan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada bulan depan.

Berita Lainnya:  China Luncurkan Satelit Anti-Hacker Senilai Rp 1.300 Triliun

Satelit super kecil ini berbobot 64 gram dan dibuat menggunakan fiber karbon yang dicetak secara tiga dimensi 3D. Material tersebut memang dikenal karena kekuatan dan keringanannya sehingga sering digunakan untuk membuat segala hal dalam teknik dirgantara.

“Kita merancangnya dari awal. Dia akan memiliki komputer baru dan delapan sensor untuk mengukur akselerasi, rotasi, dan magnetosfer bumi,” kata remaja berusia 18 tahun yang juga ketua ilmuwan di organisasi edukasi Space Kidz India ini.

Karya Sharook ini menarik perhatian NASA ketika mengikuti Cubes in Space, sebuah kompetisi desain untuk penemu muda yang diadakan oleh perusahaan edukasi idoodlelearnng dan disponsori oleh NASA dan Colorado Space Grant Consortium.

Tantangan dalam kompetisi ini adalah untuk menciptakan sebuah alat yang dapat masuk di dalam kubus berukuran empat meter, tidak lebih berat dari 64 gram, dan dapat digunakan di luar angkasa.

Hasil ciptaan Sharook memenuhi semua kriteria dan keluar sebagai pemenang dalam kompetisi tersebut. Dia pun menamainya KalamSat dari nama ilmuwan nuklir dan presiden India, APJ Abdul Kalam.

Pada tanggal 21 Juni 2017 mendatang, NASA akan meluncurkan KalamSat dari Wallops Flight Facility di Virginia, Amerika Serikat. Satelit tersebut diharapkan dapat menyelesaikan misi sub-orbital selama empat jam dan beroperasi selama 12 menit dalam lingkungan mikrogravitasi sebelum turun kembali ke bumi.

Penulis: Shierine Wangsa Wibawa
Sumber: http://www.sciencealert.com/

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help