SriwijayaPost/

Anggota DPR-RI Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat di Ogan Ilir

Dengan tidak sembarangan memberikan obat kepada masyarakat tanpa resep dari dokter. Karena, bahayanya racun obat apabila dikonsumsi tidak dengan resep

Anggota DPR-RI Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat di Ogan Ilir
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Usai memberikan pemahaman dalam kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat), anggota DPR-RI Komisi IX Irma Suryani bersama Kadinkes OI, serta sejumlah anggota fraksi DPRD OI berpose bersama di Aula Pendopoan Bupati OI KPT Tanjung Senai Inderalaya, Kamis (18/5/2017). 

SRIPOKU.COM, INDERALAYA - Anggota DPR-RI fraksi partai Nasdem Irma Suryani beserta rombongan berkunjung ke Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Kedatangan anggota DPR-RI dari Dapil Sumsel ini, dalam rangka menggelar kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI dalam hal ini Dinas Kesehatan.

Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung di Aula Pendopoan Bupati OI Kompleks Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Inderalaya, Kamis (18/5/2017) pukul 10.30, dihadiri anggota DPRD OI Fraksi Nasdem Afrizal dan anggota DPRD OI Fraksi PDIP dan PAN.

Dalam penjelasannya, anggota DPR-RI Komisi IX fraksi Nasdem Irma Suryani mengatakan, pihaknya selaku mitra kerja Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan kontrol pengawasan terhadap penggunaan obat-obatan kesehatan, termasuk juga pengawasan terhadap Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OI apakah sudah betul melakukan pengawasan terhadap pemberian obat.

Maka dari itu, menurut Irma, akhir-akhir ini ditemui vaksin palsu.

Hal ini tentu menjadi temuan untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah dan parlemen.

Jadi, pihaknya selaku anggota DPR RI Komisi IX melalui kegiatan ini memberikan pemahaman kepada masyarakat maupun pihak terkait dalam hal ini Dinkes dan Puskesmas-puskesmas agar betul dalam hal pelayanan pemberian obat kepada masyarakat apabila ingin berobat.

"Dengan tidak sembarangan memberikan obat kepada masyarakat tanpa resep dari dokter. Karena, bahayanya racun obat apabila dikonsumsi tidak dengan resep dokter," ujar Irma.

Begitu pun juga untuk pihak apotek untuk tidak menjual obat sembarangan tanpa resep dari dokter.

"Alhamdulillah komisi IX dalam hal ini, mendorong kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan obat," ujarnya.

Penulis: Beri Supriyadi
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help