Presiden Peradri: Tak Jalankan Profesi Advokat Sesuai Kode Etik, Awas Sanksi Hingga Pemecatan

Teman-teman sudah disumpah. Tidak langsung bergembira. Ada tugas berat dan ada rambu-rambu yang mengatur.

Presiden Peradri: Tak Jalankan Profesi Advokat Sesuai Kode Etik, Awas Sanksi Hingga Pemecatan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua Pengadilan Tinggi Sumsel H Chaidir SH MH mengambil sumpah advokat Perhimpunan Advokat Republik Indonesia (Peradri) pada Sidang Terbuka Pengadilan Tinggi Sumsel, Rabu (17/5/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Presiden Perhimpunan Advokat Republik Indonesia (Peradri) Bakri Remang mewarning agar advokat menjalankan profesi sesuai kode etik, jika tidak bakal dikenakan sanksi hingga pemecatan.

"Mudah-mudahan bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya. Peradri bisa benar-benar menjalankan profesi sesuai dengan kode etik. Ada sanksi tegas sampai pemecatan," tegas Bakri Remang didampingi Ketua Peradri Sumsel Jati Kusumah dan Sekretaris Andi Supratman usai menghadiri pengambilan sumpah advokat Perhimpunan Advokat Republik Indonesia (Peradri) oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sumsel pada Sidang Terbuka Pengadilan Tinggi Sumsel, Rabu (17/5/2017).

Sebanyak 14 advokat muda mengikuti pengambilan sumpah advokat Perhimpunan Advokat Republik Indonesia (Peradri) berfoto bareng Ketua Pengadilan Tinggi Sumsel pada Sidang Terbuka Pengadilan Tinggi Sumsel, Rabu (17/5/2017).
Sebanyak 14 advokat muda mengikuti pengambilan sumpah advokat Perhimpunan Advokat Republik Indonesia (Peradri) berfoto bareng Ketua Pengadilan Tinggi Sumsel pada Sidang Terbuka Pengadilan Tinggi Sumsel, Rabu (17/5/2017). (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

Menurutnya dalam agenda selain pengambilan sumpah 14 orang advokat muda Peradri Sumsel, juga pengukuhan pengurus Peradri Sumsel periode 2016-2020.

"Alhamdulillah teman-teman sudah disumpah. Tidak langsung bergembira. Ada tugas berat dan ada rambu-rambu yang mengatur. Profesi kami ini tidak digaji oleh negara. Hari ini pengambilan sumpah 14 orang. Agenda kita juga pengukuhan pengurus Peradri Sumsel periode 2016-2020," jelas Bakri.

Ketua Pengadilan Tinggi Sumsel H Chaidir SH MH dalam sambutannya mengatakan atas nama PT ia mengucapkan selamat menjalankan tugas sesuai janji.

"Sebelum jalankan profesi bersuumpah dengan janjinya. Advokat sebagai penegak. Bebas dan mandiri. Bebas mengeluarkan pernyataan dalam membela perkaranya berpegang kode etik. Advokat sistem peradilan terpadu. Tanpa mempengaruhi independensi. Peradilan dapat dijalankan efektif efisien. Dapat mewujudkan keadilan," kata Chaidir.

Ia mengingatkan, pekerjaan advokat merupakan pekerjaan profesional, membela klien di pengadilan, mengajukan berbagai fakta yang relevan agar hakim memutuskan seadil-adilnya.

Pada dasarnya bisa berperan terhadap pencegahan konflik secara informal.

"Sebagai pemberi jasa hukum hubungan dengan klien atas dasar kepercayaan. Tugas advokat melindungi klien dari kelakuan yang semena-mena," ujarnya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help