Pengedar Sabu Dihukum 18 Tahun, Lemas dan Pasrah

Mendapat putusan dari hakim ketua, membuat terdakwa Daud pun lemas dan tak berdaya

Pengedar Sabu Dihukum 18 Tahun, Lemas dan Pasrah
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Suasana sidang vonis hakim untuk terdakwa Narkoba jenis sabu dan ekstasi, Terdakwa divonis 18 tahun penjara. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Meskipun pernah merasakan dinginya sel tahanan selama 18 tahun atas kasus narkoba, namun tidak membuat terdakwa M Daud (59) ini jerah.

Kali ini terdakwa asal Bireun Aceh ini kembali diganjar majelis hakim dengan pidana penjara 18 tahun. Ini
Lantaran terkait kasus kepemilkan sabu 936,20 gram dan 2500 pil ekstasi, yang digelar dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (17/5).

"Perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 tentang narkotika terlebih terdakwa merupakan residivis dalam kasus yang sama. Untuk itu, menjatuhkan pidana penjara selama 18 tahun untuk terdakwa M
Daud,"Ungkap ketua majelis hakim, Saiman SH MH.

Mendapat putusan dari hakim ketua, membuat terdakwa Daud pun lemas dan tak berdaya mendengar putusan ketua hakim, ia hanya bisa menerima dan pasrah.

Diketahui, putusan majelis hakim sedikit lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penutut Umu (JPU) Rini Purnawati dengan pidana penjara selama 20 tahun.Terungkap dalam persidangan penangkapan terdakwa bermula dari
petugas Direktorat Narkoba Polda Sumsel melakukan penangkapan dikawasan Sukajadi Banyuasin.

Lalu, saat memeriksa rumah milik Taupik petugas menemukan empat bungkus narkoba jenis sabu dan inek dengan berat 10 paket besar narkoba jenis sabu, seberat 936,20 gram.

Selain itu, petugas juga menemukan pil Ekstasi berwana hijau, berlogo GT, sebanyak 2500 butir, yang saat itu disimpan terdakwa didalam rangka piring didapur rumah Tupik teman terdakwa.

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help