SriwijayaPost/

Mahasiswa Unibraw Ini Kembangkan Hidroponik dengan Air Laut

Sejumlah mahasiswa di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang mengembangkan teknologi budidaya hidroponik dengan menggunakan air la

Mahasiswa Unibraw Ini Kembangkan Hidroponik dengan Air Laut
Belajar Hidroponik
Hidroponik air laut. 

SRIPOKU.COM, MALANG - Sejumlah mahasiswa di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang mengembangkan teknologi budidaya hidroponik dengan menggunakan air laut.

Berita Lainnya:  Warga Belajar Hidroponik Secara Gratis

Pengembangan teknologi itu dilakukan untuk masyarakat pesisir yang kesulitan bercocok tanam sayuran.

Diki Darmawan, salah satu mahasiswa mengatakan, mula - mula air laut itu didestilasi atau disuling. Proses destilasi menggunakan tenaga surya atau cahaya matahari dengan memanfaatkan ruang trapesium dari kaca sebagai destilator.

"Air lautnya dimasukkan. Kemudian terkena cahaya matahari menguap atau mengalami proses pengembunan dan hasil uap akan masuk ke penampungan yang telah disediakan," katanya saat ditemui dalam Pameran Inovasi Pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Rabu (17/5/2017).

Jika panas matahari sempurna, destilator dengan kapasitas 10 liter air laut akan menghasilkan 600 mililiter air yang sudah didestilasi per hari.

Rizky Adha Lubis, mahasiswa lainnya mengatakan, proses destilasi dilakukan untuk menyesuaikan kadar air laut dengan kadar air yang dibutuhkan untuk tanaman hidroponik. Salah satunya adalah untuk mengurangi mineral natrium clorida (NaCl) yang di dalam air laut kandungannya berlebih untuk tanaman hidroponik.

"Kalau natrium cloridanya tinggi mengganggu proses penyerapan nutrisi dan pertumbuhannya tidak maksimal," katanya.

Selain itu, proses destilasi juga untuk menyeimbangkan sifat air laut yang dominan basa. Menurut dia, PH pada air laut di atas delapan. Sedangkan untuk tanaman hidroponik dibutuhkan power hidroksi yang netral.

"Hidroponik harus mendekati netral antara enam sampai delapan," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help