SriwijayaPost/
Home »

Techno

» News

WannaCry: Akhirnya Ketakutan Itu Terjadi Juga

Dunia dihebohkan dengan ransomware yang bernama WannaCrypt atau WannaCry. Ransomware ini telah menyandera data-data dari beberapa Rumah Sakit di Jakar

WannaCry: Akhirnya Ketakutan Itu Terjadi Juga
The Verge
Tanda komputer Windows telah terinfeksi ransomware WannaCry. 

SRIPOKU.COM- Dunia dihebohkan dengan ransomware yang bernama WannaCrypt atau WannaCry. Ransomware ini telah menyandera data-data dari beberapa Rumah Sakit di Jakarta. Seluruh industri yang masih menggunakan Operating System (OS) Windows versi lama pun dilanda kepanikan.

Berita Lainnya:  Masih Pakai Windows XP? Bersiaplah untuk Kemungkinan Terburuk

Kami dari Dimension Data Indonesia bersama NTT Group (induk perusahaan Dimension Data Indonesia), rutin mengeluarkan laporan mengenai keamanan siber yang terangkum dalam Global Threat Intelligence Report (GTIR).

GTIR 2017 menyebutkan bahwa Phising termasuk salah satu serangan siber teratas di tahun 2016. Phising kerap kali digunakan untuk mengelabui seolah – olah datang dari pihak yang memiliki otoritas dengan meminta Anda melakukan verifikasi data pribadi. Phising juga digunakan sebagai metode penghantar untuk mengaktifkan ransomware.

Namun berbicara cara peretasan jamak, Phising sebetulnya merupakan bagian kecil saja dari puncak gunung es jenis serangan siber belakangan ini. Bahkan sadar atau tidak, kita bisa jadi sudah terkena serangan tersebut.

Temuan dari Global Threat Intelligence Report
Berdasarkan GTIR 2017, ancaman siber di industri jasa keuangan dan perbankan mengalami peningkatan yang cukup signifikan setahun belakangan ini.

Data riset terbaru juga mengungkap bahwa serangan siber di sektor keuangan meningkat secara pesat dari hanya 3 persen di tahun 2015 menjadi 14 persen dari semua ancaman yang ada di 2016.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Security Incident Response Team on Internet Infrastructure Indonesia (ID-SIRTII), ancaman siber di semua sektor meningkat setiap tahunnya lebih dari 90 juta ancaman di pertengahan tahun 2016 lalu.

Grup NTT sebagai induk perusahaan Dimension Data memiliki lebih dari 40 persen kabel internet bawah laut memungkinkan NTT Group di periode 01 Oktober 2015 – 30 September 2016 merekam 3,5 trilyun log yang dianalisa dan 6,2 milyar serangan dengan Honeypot dan Sandbox di 100 negara melalui hampir 10 ribu Klien di seluruh dunia termasuk 10 Pusat Operasi Keamanan (Security Operations Centre).

Dengan kelengkapan ini, Grup NTT mampu melihat potensi serangan siber ke perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra Grup NTT secara global. Dimension Data serta anak perusahaan NTT lainnya melakukan pemeriksaan atas keamanan siber di setiap negara.

Halaman
1234
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help