SriwijayaPost/

"Umbrella Gril" MotoGP akan Dihapus?

Gejolak politik bukan hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di ajang MotoGP. Sebuah partai politik asal Spanyol, Iniciativa per Catalunya Verds (ICV) sa

Internet
Ilustrasi - Umbrella girl. 

SRIPOKU.COM, Barcelona - Gejolak politik bukan hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di ajang MotoGP. Sebuah partai politik asal Spanyol, Iniciativa per Catalunya Verds (ICV) saat ini sedang mendesak pemerintah untuk menghapus keberadaan wanita cantik yang kerap disapa grid girl atau umbrella girl dari MotoGP Spanyol.

Berita Lainnya:  Berawal dari 'Umbrella Girl', Linda Morselli Akhirnya Bikin Rossi Bertekuk Lutut

Dilansir dari Motorsport, salah satu alasan kuat penghapusan tersebut dikarenakan wanita selalu menjadi objek seksual, khususnya di ajang GP Spanyol.

ICV dikabarkan sudah melayangkan surat ke Dewan Kota di Montmelo, Spanyol, agar Sirkuit Catalunya bersih dari pemandangan wanita-wanita berbusana mini yang kerap memayungi pebalap saat masuk ke arena balap.

"Peran grid girl di Sirkuit Catalunya sudah tidak sesuai dengan abad 21, dari masyarakat yang bertujuan modern dan egaliter. Apakah yang dilakukan mereka (grid gril) adalah mengincar dan mewariskan wanita dengan peran dimana mereka menjadi objek sederhana dan ornamen situasi," ucap Jordi Minalis, juru bicara ICV kepada stasiun radio Caden Ser Catalunya yang dikutip Motorsport.

Tidak hanya ICV, sebelumnya organisasi feminis Ganamos Jerez juga ikut mengajukan proposal keberatan atas eksploitasi tubuh wanita di dunia olah raga. Menurut organisasi ini, kehadiran para umbrella girl di MotoGP hanya menjadi tontonan keindahan tubuh dan tidak ada hubungannya dengan olah raga.

ICV memberikan masukan pada pihak penyelenggara MotoGP agar peran wanita seksi di gantikan oleh grid boy. Salah satunya seperti yang memayungi pebalap saat bersiap melakukan start.

Tidak bisa dipungkiri, peran wanita cantik yang konon tampil dengan busana mini di ajang balap dunia memang menjadi salah satu pemanis di tengah panasnya cuaca atau pertarungan antar pebalap. Hal ini pun sudah menjadi tradisi di arena balap sejak era 1960-an.

Penulis: Stanly Ravel
Sumber: Motorsport

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help