SriwijayaPost/

30 Sekdes Ikuti Pelatihan Pengelolaan Aset Desa

Dikatakan Emran, Kabupaten Muaraenim terdiri dari 245 Desa dan 10 Kelurahan yang tercakup dalam 20 Kecamatan.

30 Sekdes Ikuti Pelatihan Pengelolaan Aset Desa
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Sebanyak 30 Sekretaris Desa (Sekdes) se-Kabupaten Muaraenim mengikuti kegiatan Pembinaan Pengelolaan Aset Desa, di Hotel Griya Sintesa Muaraenim, Senin (15/5/2017). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Sebanyak 30 Sekretaris Desa (Sekdes) se-Kabupaten Muaraenim mengikuti kegiatan Pembinaan Pengelolaan Aset Desa, di Hotel Griya Sintesa Muaraenim, Senin (15/5/2017).

Menurut Ketua Panitia, Burhanudin, yang juga menjabat sebagai Kabid Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Muaraenim, mengatakan kegiatan ini merupakan sosialisasi Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa.

Untuk nara sumber kegiatan iniada dua orang, yakni Iis Herna Ningsi dan Rudi Eko Purwanto dari Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri.

Sedangkan peserta sebanyak 30 orang yang menjabat sebagai Sekretaris Desa dalam wilayah Kabupaten Muaraenim yang akan mengikuti kegiatan selama tiga hari.

"Karena anggaran terbatas, terpaksa dilakukan secara bertahap," ujar Burhanudin.

Melalui kegiatan ini, lanjut Burhanuddin, pihaknya berharap kedepan Pemerintah Desa dengan kewenangan otonominya mampu mengelola dan memanfaatkan aset desa secara optimal untuk mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera.

Sementara itu Bupati Muaraenim Muzakir melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Muaraenim Emran Thabrani, mengatakan bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa bahwa barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli milik desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah perlu dijaga, dipelihara dan dimanfaatkan secara optimal secara berdaya guna dan berhasil guna.

Dikatakan Emran, Kabupaten Muaraenim terdiri dari 245 Desa dan 10 Kelurahan yang tercakup dalam 20 Kecamatan.

Untuk penerimaan Pendapatan Desa yang dapat dipergunakan untuk pembangunan desa berupa Dana Desa (DD) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 192,5 miliar, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp 155,1 miliar, Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah Rp 6,4 miliar.

Dimana, dengan besaran penerimaan perdesa tertinggi Rp 1,5 miliar dan terendah Rp 1,3 miliar.

Masih dikatakan Emran, dengan jumlah alokasi dana yang cukup besar untuk pendapatan desa setiap desa dalam Kabupaten Muaraenim baik itu Dana Desa (DD) dari Pemerintah Pusat, Alokasi Dana Desa (ADD) dari Kabupaten Muaraenim dan Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah tidak menutup kemunginan dengan dana yang besar setiap desa akan menganggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDES) pembelian barang Inventaris untuk keperluan desa.

Sebanyak 30 Sekretaris Desa (Sekdes) se-Kabupaten Muaraenim mengikuti kegiatan Pembinaan Pengelolaan Aset Desa, di Hotel Griya Sintesa Muaraenim, Senin (15/5/2017).
Sebanyak 30 Sekretaris Desa (Sekdes) se-Kabupaten Muaraenim mengikuti kegiatan Pembinaan Pengelolaan Aset Desa, di Hotel Griya Sintesa Muaraenim, Senin (15/5/2017). (SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI)

Maka Pembinaaan Pengelolaan Aset Desa harus ditata dan dikelola sedemikian rupa dari perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan, pelaporan, penilaian, pembinaan, pengawasan dan pengendalian aset desa itu sendiri, sehingga untuk mengimplementasikan Pengelolaan Aset Desa Pemerintah Kabupaten Muaraenim mengadakan Kegiatan Pembinaan Pengelolaan Aset Desa Bagi Sekretrais Desa sebagai Pembantu Pengelola Aset Desa.

Untuk Kelancaran Pelaksanaan Pengelolaan Aset Desa diharapkan melalui pembinaan ini dapat terwujud tertib dalam Pengelolaan Aset Desa menuju Desa Mandiri dan Sejahtera.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help