SriwijayaPost/

Kadis KKP Sumsel Enggan Tanggapi Keluhan Nelayan Air Saleh

Seorang nelayan asal Kecamatan Air Saleh, Mamat, mengatakan, pihaknya sering mengajukan permohonan bantuan namun tidak pernah ada tindak lanjut.

Kadis KKP Sumsel Enggan Tanggapi Keluhan Nelayan Air Saleh
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kadis Kelautan dan Perikanan, Hj Ir Sri Dewi Titisari MSi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel Hj Ir Sri Dewi Titisari MSi enggan menanggapi terkait banyaknya keluhan para nelayan.

Masyarakat di Kecamatan Air Saleh Kabupaten Banyuasin yang tinggal di pesisir laut mengeluhkan minimnya bantuan dari pemerintah provinsi.

Pasalnya, warga di daerah tersebut yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan masih terkendala sarana dan prasarana untuk melakukan aktivitas menangkap ikan.

Seorang nelayan asal Kecamatan Air Saleh, Mamat, mengatakan, pihaknya sering mengajukan permohonan bantuan namun tidak pernah ada tindak lanjut.

"Kita di Kecamatan Air Saleh membentuk suatu kelompok nelayan. Melalui kelompok tersebut kita selalu bermusyawarah untuk mengajukan bantuan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumsel, namun hingga saat ini tidak ada jawaban," ungkap Mamat di sela acara sosialisasi UU No 7 Tahun 2016 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel Jl Pangeran Ratu, Jakabaring, Jumat (12/5/2017).

Saat akan melaut menangkap ikan, lanjut Mamat, dia dan nelayan lain hanya menggunakan perahu motor berukuran kecil yakni 8 meter yang hanya berkekuatan mesin 20 Pk.

"Sudah 2 tahun ini mengajukan bantuan ke DKP Sumsel, namun hanya sekali dijawab, itu pun hanya bantuan 1 jaring berukuran 6 meter," ujarnya.

Dengan minimnya peralatan yang digunakan untuk beraktivitas, dia mengakui hanya bisa menangkap ikan dengan jumlah yang sedikit.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help