SriwijayaPost/

Rektor UIN RF: Jurnal Internasional Terkendala Penerbitan

Secara aturan, publikasi jurnal internasional harus bereputasi. Artinya harus memiliki indeks. Kalau sekedar jurnal internasional saja mudah dan sudah

Rektor UIN RF: Jurnal Internasional Terkendala Penerbitan
SRIPOKU.COM/YULIANI
Rektor UIN RF, Prof Dr HM Sirozi, MA, PhD saat melantik dua guru besar di UIN RF Palembang, Rabu (10/5/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Adanya perubahan regulasi dalam penetapan guru besar (Profesor) lima tahun terakhir, cukup memberikan dampak minimnya guru besar yang lahir dari sebuah perguruan tinggi.

Hal ini menjadi perhatian serius praktisi pendidikan untuk terus meningkatkan kemampuan SDM yang berstandar dan berkualitas.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Prof Dr HM Sirozi MA PhD mengatakan, salah satu faktor sulitnya seorang Doktor menjadi guru besar adalah publikasi jurnal internasional.

"Secara aturan, publikasi jurnal internasional harus bereputasi. Artinya harus memiliki indeks. Kalau sekedar jurnal internasional saja mudah dan sudah banyak," ujarnya dalam pengukuhan dua guru besar di Akademik Center UIN RF Palembang, Rabu (10/5/2017).

Menurutnya, kesulitan ini bukan hanya ada kaitannya dengan tulisan.

Namun untuk menerbitkannya, ada besaran biaya setelah lolos dan dibebankan kepada penulis.

"Biayanya dibayar pakai satuan Dolar, jadi berkisar antara 7-10 juta. Makanya masih banyak Doktor yang terkendala karena hal tersebut," jelasnya.

Padahal sudah banyak jurnal yang tidak terindeks, namun cukup berkualitas.
Namun karena sudah menjadi kebijakan Kemenristek Dikti, maka harus diambil.

Selain itu terkait bantuan dana penelitiab juga harus terus ditingkatkan.

"Tak ada bedanya institusi yang dinaungi Kemenag maupun umum, semua sama-sama dalam koordinasi Kemenristek Dikti. Makanya kita harap jangan sampai dipersulit," ungkapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Sumsel ini mengaku, pihaknya sudah membicarakan persoalan ini ke Kemenristek Dikti.

Bahkan sudah menunjukkan bukti jurnal yang berkualitas agar bisa terindeks secara internasional.

"Karena regulasi ini sudah diputuskan, maka kita harus tinggu revisinya dulu. Agar ke depan para Doktor baik itu dibawah Kemenag dan umum bisa menyandang guru besar dengan mudah," terangnya.

Penulis: Yuliani
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help