SriwijayaPost/

Selama Bulan Puasa Jam Belajar Dipersingkat

"Masuk sekolah diundur 30 menit dan setiap mapel akan dikurangi 10 menit pelajaran. Ini berlaku pada semua SMA dan SMK di Sumsel selama puasa."

Selama Bulan Puasa Jam Belajar Dipersingkat
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kadisdik Provinsi Sumsel Drs Widodo MPd

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --Seperti tahun-tahun sebelumnya, selama bulan suci Ramadan durasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dipersingkat.

Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel juga sudah mengimbau sekolah untuk mengurangi durasi belajar agar siswa maupun guru bisa memperbanyak kegiatan keagamaan.

Adapun pemangkasan tersebut yakni masuk sekolah selama 30 menit dan durasi jam pelajaran selama 10 menit untuk setiap mata pelajaran di SMA dan SMK di Sumsel. Jadwal ini mulai berlaku selama bulan suci Ramadan 1438 Hijriah nanti.

Kepala Disdik Sumsel, Drs Widodo, M.Pd mengatakan, pemangkasan ini diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh guru dan siswa.

"Masuk sekolah diundur 30 menit dan setiap mapel akan dikurangi 10 menit pelajaran. Ini akan berlaku pada semua SMA dan SMK di Sumsel mulai puasa pertama nanti," ungkapnya, Senin (8/5/2017).

Selain itu, Widodo juga mengimbau kepada setiap sekolah untuk memperbanyak berbagai kegiatan keagamaan di sekolah. Mulai kegiatan membaca Alquran dan kegiatan lainnya.

Tujuannya agar makna di bulan suci Ramadan tahun ini tetap terjaga meskipun harus tetap melaksanakan tugas sebagai siswa maupun guru di sekolah.

"Kegiatan keagamaan bisa dalam berbagai bentuk kegiatan, baik yang dilakuan oleh pihak sekolah maupun siswa dengan berkelompok. Tentu ini akan menjadi lebih baik untuk mengisi kegiatan selama bulan Ramadan," ujarnya.

Kepala SMA Negeri 1 Palembang, Nasrul Bani mengatakan, pengurangan jam belajar siswa dan masuk yang lebih lambat dari hari biasanya tidak akan mempengaruhi target pencapaian materi pembelajaran baik bagi guru maupun siswa.

Sebab, program pembelajaran sudah disusun selama satu tahun termasuk dalam bulan Ramadan.

"Karena bulan Ramadan waktunya lebih singkat, tentu terget materi pembelajaran yang ingin dicapai sudah disesuaikan. Sehingga meskipun dalam bulan Ramadan pembelajaran tetap berjalan maksimal," terangnya.

Penulis: Yuliani
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help