"Pemerintah juga harus memikirkan guru Honor dan swasta"

Saya berharap kepada pemerintah juga harus memikirkan kepada guru-guru yang masih swasta yang honornya masih terbilang sangat kecil yakni Rp 500 ribu

sripoku.com/sugih
Ketua Umum Pergunu Pusat, KH Asep Saifuddin Chalim MA saat melakukan pelantikan terhadap para pengurus Pergunu Sumsel di Graha Bina Praja (Auditorium) Pemprov Sumsel, Sabtu (6/5/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Sabtu (6/5/2017) sekitar pukul 15.00 dan bertempat di Graha Bina Praja (Auditorium) Pemprov Sumsel, Ketua Umum Persatuan Guru Nadhatul Ulama (Pergunu) Pusat, KH Asep Saifuddin Chalim MA, melantik kepengurusan Pergunu Sumsel periode 2016-2021 yang berjumlah sekitar 60 orang.

Ditemui usai melakukan pelantikan yang dilakukan secara simbolis termasuk juga dengan pembacaan janji, Pengaush Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Kabupaten Mojokerto Jawa Timur tersebut, menceritakan, Pergunu berdiri sejak tahun sekitar 1954 lalu. Namun, lantaran ada suatu hal permasalahan sehingga Pergunu sempat vakum dan mulai berdiri lagi sejak tujuh tahun yang lalu di Makassar.

"Sekarang Pergunu sudah ada di semua Provinsi di Indonesia yang berjumlah 34 provinsi dan lebih dari 400 cabang yang anggotanya lebih dari 100 ribu orang," jelasnya.

Masih dikatakan Pembina dan juga sekaligus Rektor salah satu Perguruan Tinggi di Indonesia tersebut, untuk dunia pendidikan di Indonesia saat ini masih terbilang belum maju dan terwujud tujuan yang adil dan makmur namun, sudah beransur menuju ke arah sana.

"Untuk mewujudkan ke arah sana, itu adalah tanggungjawab bersama termasuk guru-guru. Dan dengan dasar itulah juga Pergunu dilahirkan untuk membawa misi dan visi tersebut. Utamanya itu di Ponpes dan basisnya sangat memungkinkan karena di Pesantren mereka tinggal di asrama dan fullday tapi ada yang perlu ditambhakan biasanya ada keteladanan dan figur," terangnya.

Dengan dilakukannya kepelantikan kepengurusan Pergunu Sumsel kali ini, dikatakan Kyai Asep, kedepan khususnya di Sumsel dapat membangkitkan kesadaran guru yang memiliki tanggungjawab besar seperti berbentuk moral dan kesempurnaan akademis serta bertujuan untuk memotifasi guru agar mampu melaksankan sebagai guru yang profesional.

"Guru-guru sekarang harus lebih ditingkatkan komitmen dan sekaligus kompetisinya yang salah satunya dengan cara digelar pelantikan dan latihan seperti ini," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pergunu Sumsel, Ahmad Zainuri, mengatakan, setelah dilakukan pelantikan kali ini, kedepan rencananya para guru-guru baik mulai tingkat guru TK sampai Perguruan dapat memiliki komitmen untuk membangun bangsa.

"Saya berharap kepada pemerintah juga harus memikirkan kepada guru-guru yang masih swasta yang honornya masih terbilang sangat kecil yakni Rp 500 ribu. Dengan gaji tersebut bagaimana mau menghidupi kebutuhan keluarga padahal guru adalah penerus harapan dan gaji ini masih jauh bila dibandingkan dengan pegawai lainnya yang UMR-nya mencapai 1,8 juta," jelasnya.

Sedangkan, Ketua Umum PGRI Sumsel, Ahmad Zulinto yang juga hadir langsung dalam acara pelantikan tersebut, mengatakan, pihaknya mewakili PGRI Sumsel sangat mendukung dengan dilantiknya Pergunu Sumsel kali ini. Menurutnya, karena Perguru juga berkodinir untuk memejukan pendidikan.

Siska Maerleni anggota komisi IV DPD RI dan juga sekaligus Pembina Sumsel, mengatakan, sebagai lembaga yang sudah turut mencerdaskan anak bangsa, Pergunu layak untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah, Parlemen dan juga dari para orangtua murid.

Penulis: Sugih Mulyono
Editor: wartawansripo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved