SriwijayaPost/

Pria 58 Tahun Ini Dikejar Anaknya dengan Pisau Terhunus. Alasannya Hanya Hal Sepele

"Dia sudah sering seperti itu. Saya takut kalau nanti dibunuhnya lagi tidur. Maka dari itu saya melapokan prilakunya," ujar Basyaraudin

Pria 58 Tahun Ini Dikejar Anaknya dengan Pisau Terhunus. Alasannya Hanya Hal Sepele
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kelakuan AJ (28) sangat tak patut dicontoh.

Di saat orangtuanya semakin menua butuh perhatian untuk dirawat, justru ia nyaris membunuh ayah kandungnya sendiri, Basyarudin (58), dengan menggunakan Senjata Tajam (Sajam).

Merasa terancam, Basyarudin yang tinggal di Lorong Bakti, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II ini mengadukan tindakan tidak terpuji anak keduanya itu dengan melapor ke Mapolresta Palembang, Jumat (5/5/2017).

Di hadapan petugas, Basyarudin mengungkapkan kejadiannya.

Awalnya ia mengizinkan anak bungsunya merantau ke daerah Jambi untuk mengadu nasib mencari pekerja di sana.

Namun izin itu tidak direstui oleh AJ sebagai anak pertama.

"Masalahnya sepele hanya mengizinkan adiknya untuk ikut dengan orangtua angkatnya di Jambi agar mencari pekerjaan di sana," kata Basyarudin.

Basyarudin saat melaporkan anaknya ke Polresta Palembang, Jumat (5/5/2017).
Basyarudin saat melaporkan anaknya ke Polresta Palembang, Jumat (5/5/2017). (SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA)

Menurut Basyarudin, alasan AJ tak memberikan restu kepada adik untuk merantau karena takut akan terjadi apa-apa kepada adiknya yang baru saja menamatkan sekolah.

‎Dua pendapat yang berbeda itu‎ menyebabkan keduanya terlibat cekcok mulut yang berujung dengan aksi pengejaran sang anak terhadap Basyarudin menggunakan sajam dan mengancam akan membunuhnya.

"Dia sudah sering seperti itu. Saya takut kalau nanti dibunuhnya lagi tidur. Maka dari itu saya melapokan prilakunya," ujar Basyarudin dengan nada berat.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya telah menerima laporan korban dan akan segera menindaklanjutinya.

"Akan segera kita tindak lanjuti dan mencari saksi-saksi," ujarnya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help