SriwijayaPost/

42 Orang Napi di Rutan Martapura Dipindahkan ke Beberapa Lapas, Ini Masalahnya

Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Martapura, Kabupaten OKU Timur yang berlokasi di Jalan Merdeka saat ini kondisinya sudah tidak layak lagi.

42 Orang Napi di Rutan Martapura Dipindahkan ke Beberapa Lapas, Ini Masalahnya
SRIPOKU.COM/WELLY
Ilustrasi Rumah Tahanan 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Martapura, Kabupaten OKU Timur yang berlokasi di Jalan Merdeka saat ini kondisinya sudah tidak layak lagi.

Selain kondisi bangunan yang tidak memungkinkan untuk dilakukan renovasi, kapasitas tahanannya juga sudah melebihi batas maksimal (over kapasitas).

Demikian diungkapkan Kepala Rutan Cabang Martapura, Royhan Alfaisal Rabu (3/5).

Menurut Royhan, sudah selayaknya Rutan Martapura memiliki gedung baru yang lebih representatif karena kondisi Rutan saat ini sudah tidak layak lagi.

"Kita sudah beberapa kali melakukan perbaikan seperti membangun toilet dan safety tank, membuat sumur bor dan sebagainya. Apalagi untuk sumur bor yang merupakan peninggalan Belanda airnya keruh dan berlumpur." jelas Royhan.

Wacana pemindahan Rutan Martapura kata dia, bisa saja dilakukan terlebih saat ini sudah ada lahan seluas tiga hektar di Lengot Martapura yang merupakan hibah dari Pemkab OKU Timur.

“Namun kapan rencana akan dilakukan pembangunan kita belum tahu, karena harus melalui berbagai prosedur terlebih dahulu,” ungkapnya.

Dikatakan Royhan, berdasarkan data terkahir jumlah penghuni Rutan Martapura mencapai 318 orang. Sedangkan kapasitas Rutan hanya untuk 178 orang. Kondisi tersebut tentu sudah over kapasitas.

"Untuk mengurangi jumlah penghuni sudah ada Napi yang dipindahkan sebanyak 42 orang ke Rutan Prabumulih, Lapas Merah Mata, Lapas Anak, Lapas Kayu Agung, dan Lapas Narkotika. Secara keseluruhan penghuni Cabang Rutan Martapura sebagian besar merupakan pelaku kejahatan konvensional. Penghuni tertinggi dihuni oleh kasus Narkoba sebanyak 72 orang, perampokan sebanyak 58 orang, pencurian 39 orang dan sisanya pelaku tindak pidana lainnya,” jelasnya.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help