SriwijayaPost/

Selagi Sebatas Nanya, Stalker Diemin Aja Kali

Beda dengan hater, stalker sebatas hanya bertanya dan ingin tahu, tidak sampai ke tindakan menjelek-jelekkan seperti yang dilakukan haters.

Selagi Sebatas Nanya, Stalker Diemin Aja Kali
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Ilustrasi: Stalker yang dinilai mengganggu kehidupan seseorang kalangan milenial. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Stalker, istilah untuk pihak-pihak yang ingin tahu segala sesuatu tentang seseorang, banyak ditemui di kehidupan perempuan milenial Palembang.

Baik di dunia maya hingga kehidupan nyata, stalker 'menghantui' mereka-mereka yang diincar.

Hm, kira-kira, apa ya yang bisa membuat stalker ini kapok?

Dinda Rizky, yang ngakunya sering jadi 'korban' stalk teman hingga pacar, cukup terganggu dengan keingintahuan para stalker akan kehidupannya.

Namun, selagi yang dilakukan hanya sebatas bertanya, siswi di salah satu SMA negeri ini memilih untuk mengacuhkannya.

"Namun, kalau sudah lebih dari sekedar bertanya, barulah ditanggapi biar kapok. Untuk saat ini sih belum ada yang kelewat batas," kata Dinda, Senin (1/5/2017).

Hal yang sama dikatakan Utari.

Cewek yang identik dengan poninya ini menganggap stalker sebatas angin lalu, tidak perlu terlalu ditanggapi.

Beda dengan hater, stalker sebatas hanya bertanya dan ingin tahu, tidak sampai ke tindakan menjelek-jelekkan seperti yang dilakukan haters.

Dikatakan mahasiswi berusia 19 tahun ini, stalker biasanya 'kepo' akan penampilan dan gaya yang diperlihatkan Tary.

Tak heran, stalker bisa datang dari temannya sendiri.

Namun, tidak membuat Tary serta merta memutuskan hubungan dengan temannya itu.

"Nggak terlalu ngenanggapinya sih karena masih wajar-wajar aja. Emang, kadang terasa ganggu karena keingintahuannya itu lebih dari orang terdekat saja," kata Tary.

Penulis: Refli Permana
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help