SriwijayaPost/

Ke Jilid Dua, Program "Mobil Murah" Berlanjut

Program Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar (KBH2) atau yang lebih dikenal dengan LCGC (Low Cost Green Car) bakal berlanjut ke jilid kedua. Generasi

Ke Jilid Dua, Program
Harga Terbaru
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM, Jakarta – Program Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar (KBH2) atau yang lebih dikenal dengan LCGC (Low Cost Green Car) bakal berlanjut ke jilid kedua. Generasi baru KBH2 rencananya bakal memayungi kendaraan yang lebih hemat bahan bakar dari jilid pertama.

Berita Lainnya:  Umur "Mobil Murah" Diprediksi Toyota Sampai 2019

Direktur Jendral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik, Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, di Indonesia International Motor Show (IIMS), Kamis (27/4/2017), mengakui KBH2 jilid kedua masih dalam tahap rancang. Dia tidak menyebut kapan regulasi baru itu bakal dirilis namun dikatakan berbeda jalur dengan wacana program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

“KBH2 tetap ada tahap kedua, iya kami rancang ada tahap dua. KBH2 untuk bahan bakar yang lebih hemat, misalnya satu liter di atas 20 km. Itu untuk KBH2 generasi selanjutnya,” kata Putu.

Dalam petunjuk teknis KBH2 mewajibkan kendaraan memiliki efisiensi bahan bakar paling rendah 20 kpl. Selain itu kendaraan LCGC juga harus punya radius putar 4,6 m, ground clearance minimal 150mm, dan mesin selaras bahan bakar minimal RON 92.

Regulasi KBH2 ada di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Sedangkan petunjuk teknis tertuang di Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau (PPKB).

Penulis: Febri Ardani Saragih

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help