Kapolri: Terbukti Bersalah, Anggota Terlibat Pungli Penerimaan Polri Bisa Dipecat

ke-15 oknum anggota tersebut baik dari yang berpangkat Kombes Pol hingga AKBP, dikatakan Tito, sudah diproses hukum secara internal.

Kapolri: Terbukti Bersalah, Anggota Terlibat Pungli Penerimaan Polri Bisa Dipecat
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian,  menegaskan akan mengambil tindakan tegas, terkait dengan adanya kasus pungutan liar (Pungli) dalam penerimaan Polri oleh oknum Polda Sumsel, bulan lalu. .

"Kemarin, kita telah berhasil mengamankan dan mengungkapkan mafia rekrutmen anggota Polri di Polda Sumsel dan itu setidaknya ada sebanyak 15 oknum termasuk satu diantaranya merupakan pejabat utama dengan pangkat Kombes Pol," jelasnya saat ditemui di Polda Sumsel, Jumat (28/4/2017).

Untuk ke-15 oknum anggota tersebut baik dari yang berpangkat Kombes Pol hingga AKBP, dikatakan Tito, saat ini sudah diproses hukum secara internal termasuk juga sudah dinonjobkan.

"Ke-15 oknum anggota tersebut akan menjalani sidang kode etik untuk mengakhiri dan memutuskan tugasnya di kepolisian. Dan sidang kode etik akan dilaksanakan dalam jangka waktu dekat. Apabila nanti hasilnya memang benar bersalah, maka tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan pemecatan tapi semua itu masih menunggu hasil sidang," terangnya.

Sedangkan saat disinggung terkait adanya seorang oknum yang berpangkat Kombes Pol, dikatakan Tito, untuk polisi berpangkat Kombes Pol, proses sidang kode etik akan dilakukan di Mabes Polri sedangkan, pangkat AKBP kebawah adalah kewenangan Kapolda.

"Saat ini Kepolisian sedang dalam tahapan untuk memperbaiki sumber daya manusia (SDM) reformasi. SDM kita, mulai dari sekolah Bintara, Akpol hingga sekolah perwira dilakukan secara terbuka. Mulai dari pendaftaran, seleksi hingga pengumuman dilakukan secara terbuka. Pengumuman juga dilakukan secara digital sehingga tak ada yang ditutup-tutupi," ungkapnya.

Atas adanya kejadian kasus tersebut, Tito, mengatakan, hal tersebut merupakan strategi kepolisian untuk memperbaiki SDM rekrutmen anggota kepolisian. Ia mengaku telah menekankan kepada seluruh Kapolda agar jangan sampai ada mafia dalam proses rekrutmen.

"Saya juga memberikan apresiasi kepada Kapolda Sumsel karena telah berhasil mengungkap mafia rekrutmen anggota Polri ini," tuturnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help