SriwijayaPost/

Mengapa Kita Harus Melindungi Penyu?

Penyu adalah salah satu hewan laut yang terancam punah. Padahal, Indonesia memiliki enam dari tujuh spesies penyu di dunia.

Mengapa Kita Harus Melindungi Penyu?
http://www.satwaunik.com
Telur penyu yang menetas dan tukik penyu yang keluar dari telur tersebut secara naluriah akan menuju ke laut seperti induknya, namun akan hidup sendiri dan tidak bergerombol. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Penyu adalah salah satu hewan laut yang terancam punah. Padahal, Indonesia memiliki enam dari tujuh spesies penyu di dunia.

Berita Lainnya:  Tak Sengaja Tangkap Penyu Cantik, Anda Akan Kaget Harga Jualnya dan Keputusan Sang Nelayan

Hal itu diungkapkan Coral Reef Conservation Specialist dari The Nature Conservancy (TNC) Indonesia, Rizya Ardiwijaya saat konferensi pers #PuyoPeduliPenyu di One Fifteen Coffee, Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (25/4/2017).

Puyo Silky Dessert bekerja sama dengan TNC Indonesia untuk mendonasikan Rp 5.000 untuk setiap pembelian satu Puyo Silky Melon. Kampanye ini berlangsung hingga 1,5 bulan ke depan.

Rizya menuturkan, enam spesies penyu yang bisa ditemui di Indonesia dalah penyu sisik, penyu hijau, penyu lekang, penyu tempayan, penyu belimbing, dan penyu pipih.

"Penyu belimbing adalah spesies paling besar. Penyu sisik dan penyu hijau statusnya sekarang adalah critically endangered," paparnya.

Rizya kemudian memaparkan beberapa alasan mengapa warga dan wisatawan harus melindungi penyu.

"Penyu adalah aspek penting dalam sistem rantai makanan di lautan. Sulit bagi penyu untuk berkembangbiak. Risiko usai penyu menetas pun selalu mengintai hingga beberapa tahun ke depan," tuturnya.

Jumlah penyu yang kian lama kian sedikit tentu menimbulkan kekhawatiran. Apalagi status keberadaan penyu di Indonesia kini terbagi menjadi tiga yakni critically endangered, endangered, dan vulnerable.

"Efeknya baru akan terlihat 30-50 tahun ke depan," tambah Rizya.

Ada beberapa ancaman terbesar bagi eksistensi penyu. Pertama adalah faktor perikanan, yakni ketika penyu masuk dalam jaring penangkap ikan. Kedua adalah eksploitasi baik industrial maupun tradisional.

"Ketiga adalah eksploitasi penyu dan telur penyu di pantai. Ancaman ini biasanya berasal dari manusia itu sendiri," tambah dia.

Ancaman keempat adalah adanya kerajinan berbahan dasar karapas alias tempurung penyu, yang sampai saat ini masih banyak ditemukan. Kelima adalah konsumsi manusia dan terbelit sampah plastik

"Mungkin kita sering lihat di sosial media, ada penyu terbelit sampah plastik atau makan kantong kresek. Ancaman terakhir adalah pembangunan hotel, resor, pemukiman, dan lain-lain yang mengancam habitat penyu di pinggir pantai," tutupnya.

Penulis: Sri Anindiati Nursastri

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help