Berharap Upah Rp 10 Juta, Bapak Ini Antarkan Diri Masuk Sel Polisi

Akibat mengantarkan ekstasi tersebut, Udin harus mendekam di sel tahanan setelah diamankan Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel.

Berharap Upah Rp 10 Juta, Bapak Ini Antarkan Diri Masuk Sel Polisi
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Tersangka Udin dan David saat dihadirkan pada gelar tersangka dan barang bukti di Polda Sumsel, Senin (24/4/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tergiur upah yang dijanjikan mencapai Rp 10 juta, membuat Nahyuddin alias Udin (48), nekat menerima saat ditawari oleh seorang bandar narkoba untuk mengantarkan 1000 butir ekstasi kepada seorang pemesan.

Namun, sial malah menghampirinya. Akibat mengantarkan ekstasi tersebut, kini ia harus mendekam di sel tahanan setelah diamankan Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel.

Pasalnya, ia malah mengantarkan ekstasi tersebut kepada seorang petugas yang melakukan penyamaran (Undercover buy).

Udin yang tercatat sebagai warga Jalan Slamet Riyadi Lorong Lawang Kidul Darat RT 18/2 Kelurahan Lawang Kidul Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang itu, diamankan saat bertransaksi kepada seorang petugas di Jalan Veteran depan RM Bang Kumis Kelurahan Kuto Batu Kecamatan IT II Palembang, Sabtu (22/4/2017) sekitar pukul 16.00 dengan barang bukti sebanyak 1000 butir pil ekstasi warna biru bentuk boneka.

Wakil Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, AKBP Amazona Polamonia didampingi Kasubdit III, AKBP Syahril Musa, menjelaskan, penangkapan tersebut dilakukan pertama kali terhadap tersangka Udin setelah pihaknya kurang lebih selama satu minggu melakukan penyelidikan.

"Awalnya dapat informasi hingga kemudian dilakukan penyelidikan. Setelah seminggu lidik, akhirnya kita berhasil mengamankan tersangka Udin dengan barang buktinya sebanyak 1000 butir pil ekstasi," jelasnya saat gelar tersangka dan barang bukti di Polda Sumsel, Senin (24/4/2017).

Terpisah atau beberapa saat kemudian sekitar pukul 19.00 di pinggir Jalan Rompok Desa Bayung Kecamatan Batang Hari Leko Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dikatakan Amazona, pihaknya pun juga berhasil mengamankan seorang tersangka lainnya yakni David Wahyudi (24).

"Dari tangan tersangka warga Dusun II Desa Tanjung Agung Timur RW 02 Kecamatan Lais Muba tersebut, kita berhasil amankan barang bukti sabu sebanyak satu kantong seberat 100 gram," terangnya.

Dengan berhasilnya menangkap kedua tersangka tersebut, dikatakan Amazona, pihaknya saat ini masih mendalami untuk mengetahui dari mana barang bukti narkoba berupa sabu dan ekstasi tersebut berasal.

Bahkan, saat ini anggotanya juga masih di lapangan untuk mencari bos dan pemilik narkoba tersebut.

"Akibat ulahnya, kedua tersangka akan dikenakan Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun kurungan penjara atau seumur hidup," ungkapnya.

Sementara itu, tersangka Udin, mengatakan, ia baru kali ini disuruh untuk mengantarkan narkoba berupa ekstasi dan akan diupah sebesar Rp 10 juta.

"Saya tidak tahu dengan orangnya dan hanya kenal lewat ponsel. Saat itu orang tersebut menyuruh orang lain untuk menemui saya dan menyerahkan ekstasi tersebut yang selanjutnya akan diserahkan kepada pemesan. Tapi tidak tahunya malah Polisi dan saya juga belum diupah," jelasnya.

Sedangkan, tersangka David, mengatakan, sabu tersebut adalah milik seorang teman yang dititipkan kepadanya.

"Baru dititipkan kepada saya di jalan seberang depan rumah tapi pas mau hendak saya bawa ke rumah malah langsung ditangkap," jelasnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved