SriwijayaPost/

TimTupai Intelkam Basmi Copet dalam Bus Kota

Baru 3 hari dibentuk, tim Tupai Satuan Intelkam Polresta Palembang, telah berhasil meringkus satu pelaku spesialis copet.

TimTupai Intelkam Basmi Copet dalam Bus Kota
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kasat Interlkam Polresta Palembang, Kompol Budi Santoso, didampingi Kasubnit Kam Aiptu Aviv Sancoko, ketika mengelar pelaku copet dan barang bukt, jumat (21/4).

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Baru 3 hari dibentuk, tim Tupai Satuan Intelkam Polresta Palembang, telah berhasil meringkus satu pelaku spesialis copet yang beraksi dalam bus kota, Kamis (20/4), sekitar
pukul 17.30.

Pelaku yakni Husni Tamrin (18), warga Jalan Majapahit VIII Lorong Belimbing RT 02/01 Kelurahan 15 ulu Kecamatan SU I Palembang, berhasil dibekuk petugas saat berada di Jalan Jendral Sudirman depan Pasar
Cinde, tepatnya di dalam bus kota jurusan Kertapati-Km12.

Dimana ketika itu Widiyanto (35), beserta dua anggota Kepolisian Sat Intelkam Polresta lainnya, yakni Beni dan Syahrul melakukan penyamaran naik bus kota bernopol BG 7594 AC tersebut.

Dengan tampang orang kampungan, petugas kepolisian yang menyamar tersebut pun berhasil memancing pelaku untuk melakukan aksinya.

"Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata benar ditemukan pelaku yang kedapatan akan melakukan aksi pencopetan terhadap petugas yang menyamar," ujar Kasat Intelkam Polresta Palembang, Kompol Budi
Santoso, didampingi Kasubnit Kam Aiptu Aviv Sancoko, Jumat (21/4).

Terhadap pelaku juga, lanjut Budi, terpaksa diberi tindakan tegas dengan dilumpuhkan timah panas di kaki kirinya, lantaran hendak melarikan diri ketika ditangkap.

"Selain berhasil mengamankan pelaku, turut juga didapati barang bukti berupa uang hasil mencopet sebesar Rp 2,6 juta, dan satu buah tas selempang warna coklat. Atas ulahnya, pelaku dikenakan pasal 363 KUHP,
dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," tegasnya.

Sedangkan pelaku Husni mengaku dirinya sudah melakukan aksi pencopetan sudah dua kali di dalam bus Kota. Namun aksi keduanya ini tidak berhasil, lantaran yang menjadi korbannya ialah anggota kepolisian yang menyamar.

"Saya tidak tahu pak, kalau itu Polisi yang menyamar. Jika berhasil, uangnya itu untuk belanja kebutuhan sehari-hari pak. Jujur saya menyesal pak, ternyata saya sudah dijebak," ungkapnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help