Kades Terjerat OTT

Terjerat OTT Pungli, Kades Lahat Ini Siapkan Dua Pengacara

"Ya akan ada dua tim pengacara yang akan mendampingi Parlen. Namun sejauh ini kami masih mempelajari kasusnya terlebih dahulu terutama mengenai sangka

Terjerat OTT Pungli, Kades Lahat Ini Siapkan Dua Pengacara
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN/KOLASE SRIPOKU
ades Manggul Kecamatan Lahat, sedang diperiksa oleh anggota Tipikor Polres Lahat, Kamis (20/4), sekitar pukul 19.30 WIB 

SRIPOKU.COM, LAHAT--Salah satu tim pengacara Kepala Desa Manggul Kecamatan Lahat, Parlen Pardede yang ditangkap anggota Tipikor Polres Lahat, melalui Operasi Tangkap Tangan saat melakukan Pungutan Liar (Pungli) Rusdi Hartono Somad, SH mengaku belum bisa berkentar banyak atas penangkapan kleinya oleh anggota Tipikor Polres Lahat.

"Ya akan ada dua tim pengacara yang akan mendampingi Parlen. Namun sejauh ini kami masih mempelajari kasusnya terlebih dahulu terutama mengenai sangkahan. Tentu nanti akan kita jelaskan,"ujar Rusdi, singkat ketika dihubungi melalui telepon, Jumat (21/4).

Sementara itu, Parlen sendiri meminta tanda tanganya dibayar seharga rumah type 36 Rp123 juta yang dipasarkan RSH Green Gareden Residences selaku pemilik prusahaan proferti yang akan membangun perumahan di wilayah desa Manggul.

"Ya tersangka ini mau bertanda tangan untuk pembuatan surat sertifikat tanah jika pengembang bersedia membayar Rp123 atau memberikan satu unit rumah type 36 kepadanya. Jika tidak dia tidak mau tanda tangan,"ungkap Kapolres Lahat Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Ginanjatlr Aliya Sukamana SIK didampingi Kanit Tipikor, Iptu Hendrinadi, Jumat (21/4).

Sementara itu, Informasi yang berhasil dihimpun kejadian bermula ketika Aril dan Ical mau melakukan pengurusan surat tanah di perumahan RSH Green Garden Residences, milik Tamrin. Seluas 9000 m dan 2000 m, dijalan Senabing jalan poros lintas Sumatera Desa Manggul Lahat.

Rupanya dalam negosiasi antar kedua belah pihak tidak bertemu titik terang. Lantaran Parlen meminta jatah Rp 123 juta.

Alhasil Tamrin mengikuti keinginan Parlen, Tamrin menyuruh Aril dan Ical mengantarkan uang tersebut dikediaman Parlen.

"Sudah bernego sekitar tiga bulan, awalnya minta untuk pengurusan pembuatan sertifikat tanah," terang Tamrin.

Sayangnya informasi tersebut tercium oleh anggota Tipikor Polres Lahat. Anggota pun langsung meluncur ke TKP memastikan informasi tersebut. Parlen pun tak bisa berkutik, setelah anggota menerobos masuk kedalam kamar rumah Parlen, dan mendapati Parlen hendak membuka kantong kresek warna hitam yang ternyata berisi tumpukan uang.

"Tamrin nelpon saya katanya la siap semua. Tapi saya tidak tahu kalau didalam bungkusan ada uang yang memang langsung saya masukkan ke kamar. Uang tersebut sebagai pengantar penandatanganan surat sertifikat tanah, sporadik," kata Parlen saat ditanyai petugas. (*)

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help