SriwijayaPost/

Telkomsel Dorong Transformasi Perusahaan ke Digital Telco Lewat 'Digital Mastery'

Era Digital harus dihadapi dengan cermat oleh seluruh industri di dunia. Tidak ada jalan untuk menghindar ataupun celah lain.

Telkomsel Dorong Transformasi Perusahaan  ke Digital Telco Lewat 'Digital Mastery'
Dok Telkomsel
Telkomsel_Digital_Mastery: Direktur Human Capital Management Telkomsel Priyantono Rudito (kanan) dan didampingi oleh Vice President People Development Telkomsel Mardi FN Sinaga (kiri), seusai acara peluncuran buku Digital Mastery di Jakarta, Kamis (20/04). Dalam menjaga performansi perusahaan, terus menjadi yang terdepan dan menghadirkan inovasi layanan bagi pelanggan, Telkomsel konsisten melakukan perubahan yang diperlukan dari waktu ke waktu. Saat ini Telkomsel tengah mengakselerasi tranforma 

Jakarta – Dalam menjaga performansi perusahaan, terus menjadi yang terdepan dan menghadirkan inovasi layanan bagi pelanggan, Telkomsel konsisten melakukan perubahan yang diperlukan dari waktu ke waktu. Saat ini Telkomsel tengah mengakselerasi tranformasi perusahaan dari Telecommunication Company menjadi Digital Telecommunication Company melalui program sumber daya manusia yang bertajuk “Digital Mastery”.

“Era Digital harus dihadapi dengan cermat oleh seluruh industri di dunia. Tidak ada jalan untuk menghindar ataupun celah lain. Dampak dari era digital ini, beragam layanan dapat mendisrupsi bisnis dan industri secara global. Setiap industri harus jeli untuk berselancar mengendalikan gelombang digital sekaligus menginisiasi inovasi bisnis menjadi sumber daya yang menguntungkan untuk kelangsungan hidup perusahaan”, ujar Direktur Human Capital Management Telkomsel, Priyantono Rudito di sela-sela peluncuran buku “Digital Mastery”.

Priyantono lebih lanjut menjelaskan bahwa transformasi digital bukanlah melulu masalah teknologi namun sebuah transformasi organisasi menyeluruh yang mencakup perubahan aspek-aspek krusial lain seperti strategi, proses, sumber daya manusia dan budaya, hingga kepemimpinan.

Transformasi digital tak hanya masalah mengadopsi machine learning, memanfaatkan big data, atau menciptakan aplikasi digital semata.

“That’s a management and people challenge, not just a technology one”, ujarnya.

Dalam bukunya, Priyantono menjabarkan bahwa transformasi digital menuntut perusahaan mengembangkan dua kemampuan, yaitu kemampuan digital (digital capability) dan kemampuan kepemimpinan (leadership capability).

Yang pertama menyangkut the “what” of technology (kemampuan membangun dan mengembangkan teknologi digital), sementara yang kedua menyangkut the “how” of leading change (kemampuan mengarahkan dan menggerakkan perubahan).

Setiap Perusahaan memiliki peluang untuk bisa lolos daru ancaman disrupsi digital, dengan menempati posisi sebagai “Digital Mastery”, maka Perusahaan akan terhindar dari bahaya disrupsi dan bahkan menciptakan model bisnis baru yang mampu mendisrupsi industri.

Menjadi agenda besar bagi setiap perusahaan untuk menggulirkan transformasi digital dengan tujuan akhir menjadi Digital Master.

Pertanyaannya, bagaimana cara efektif untuk mencapai posisi Digital Master.

Halaman
12
Editor: Sudarwan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help