SriwijayaPost/

Polda Sumsel Bersama Pengusaha HTI dan Perkebunan Komitmen Atasi Karhutla

"Yang terpenting, sekarang pihak dari perusahaan mau saling berkerja sama untuk menangani dalam pencegahan Karhutla.

Polda Sumsel Bersama Pengusaha HTI dan Perkebunan Komitmen Atasi Karhutla
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat menyampaikan arahan dalam pencegahan serta menanggulangi Karhutla bersama para pengusaha perkebunan HTI dan perkebunan yang berada di wilayah Provinsi Sumsel. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Polda Sumsel bersama para pengusaha perkebunan Hutan Tanam Industri (HTI) dan perkebunan yang berada di wilayah Provinsi Sumsel, sepakat dan berkomitmen untuk melakukan pencegahan serta menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kesepakatan tersebut, dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani para pengusaha perkebunan HTI dan Perkebunan bersama Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto di gedung Catur Sakti Polda Sumsel, Jumat (21/4/2017).

Ditemui usai acara tersebut, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengusaha perkebunan HTI dan Perkebunan se-Sumsel yang intinya membahas mengenai bagaimana dan mengajarkan tindakan preventif dalam pencegahan Karhutla di Sumsel.

"Kita juga telah melakukan pengecekan di lapangan dalam upaya pencegahan Karhutla ini. Dan seperti Riau, pembuatan kanal dinilai sangat membantu oleh karena itu, persiapan seperti kanal sudah dilakukan bahkan ada sekitar enam kanal di Ogan Ilir," jelasnya.

Selain itu, dikatakan Kapolda Sumsel, pihaknya juga akan memasang aplikasi yang tersambung dengan satelit langsung sehingga jika terjadi Karhutla pihaknya pun dapat langsung mengetahui dan kemudian memerintahkan Polres terdekat untuk mengecek.

"Yang terpenting, sekarang pihak dari perusahaan mau saling berkerja sama untuk menangani dalam pencegahan Karhutla dan ini agar tidak terjadi seperti tahun kemarin," terangnya.

Sementara itu, Direktur OKI Pulp and Paper, Suhendra yang juga hadir dalam MoU tersebut, dalam mencegah terjadinya Karhutla, OKI Pulp and Paper membentuk 500 desa di lima provinsi di Indonesia dan setiap provinsi pihaknya membentuk sekitar 100 desa peduli api dimana bertugas untuk mencegah terjadinya karhutla mengingat di tahun 2017 ini kondisi cuaca lebih ekstrim dibandingkan tahun 2016.

"Lima provinsi itu yakni Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar dan Kaltim. Selain membentuk desa peduli api, kita juga telah memperbaiki setiap kanal, membuat agroforensi pengembangan perikanan serta menyiapkan teknologi canggih yakni integrated fire system. Dan ini merupakan komitmen kami dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari kerusakan terutama Karhutla," terangnya.

Meskipun begitu, masih dikatakan Suhendar, tentunya dengan kerja sama dengan pemerintah dan juga pihak kepolisian sangat membantu dalam setiap upaya yang dilakukan.

"Kami berharap Karhutla yang terjadi 2015 lalu tidak terjadi lagi di tahun 2017 ini," ungkapnya.

Penulis: Sugih Mulyono
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help