SriwijayaPost/

Penembak Anggota Brimob di OKU Timur Terpaksa Ditembak Mati, Begini Kronologisnya

Polisi terpaksa menembak mati pelaku karena berusaha melarikan diri dan memberikan perlawanan dengan menembak anggota brimob yang berusaha menghentika

Penembak Anggota Brimob di OKU Timur Terpaksa Ditembak Mati, Begini Kronologisnya
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Jenazah tersangka Hanafi ketika di rumah sakit Umum Martapura , OKU Timur sebelum dibawa ke rumah duka di Desa Sribulan 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA -- Dalam kurun waktu 12 hari, Polisi akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap satu dari empat pelaku penembakan anggota Brimob Detasemen C Pelopor atas nama Brigadir Sugeng Kamis (20/4/2017) sekitar pukul 18.30.  

Polisi terpaksa menembak mati pelaku karena berusaha melarikan diri dan memberikan perlawanan dengan menembak anggota brimob yang berusaha menghentikan para pelaku yang baru selesai merampok korbannya yang merupakan anak dari paman Brigadir Sugeng tersebut.

Setelah melakukan pengintaian, polisi kemudian menemukan persembunyian tersangka yang diketahui bernama Hanafi (34) warga desa Sribulan, kecamatan BP Bangsa Raja dan melakukan penyergapan di desa Lutih, Kecamatan BP Peliung.

Tersangka Hanafi ketika akan disergap dalam perjalanan berboncengan dengan rekannya yang diduga berinisial AN.

Hanafi yang saat itu dibonceng oleh AN langsung melompat dan melepaskan tembakan ke arah petugas yang akan menyegapnya.

Polisi yang tidak menyangka akan mendapat sambutan tembakan dari pelaku langsung mencari perlindungan sehingga tersangka sempat melompat dari sepeda motor dan berusaha melarikan diri.

Sedangkan rekannya AN langsung tancap gas melarikan diri.

Polisi yang melihat tersangka Hanafi langsung melakukan pengejaran dan melepaskan tembakan peringatan.

Namun bukannya menyerah, Hanafi justru membalas tembakan polisi agar pelariannya semakin mulus.

 “Pelaku sempat melepaskan tembakan hingga beberapa kali. Hampir lolos karena kita berusaha mencari perlindungan ketika dia menembak. Setelah itu kita langsung melakukan tembakan balasan dan mengenai salah satu bagian tubuhnya hingga membuatnya sulit untuk melarikan diri. Saat itulah anggota langsung mengepung dan melumpuhkan tersangka,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui Kasat Reskrim AKP Faisal P Manalu dikonfirmasi Jumat (21/4/2017) dinihari.

Setelah berhasil menangkap tersangka, polisi langsung membawa tersangka ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan perawatan, namun dalam perjalanan tersangka meninggal dunia.

Penulis: Evan Hendra
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help