SriwijayaPost/

Pembunuh di PALI Ini Anggap Main-main Saat Menusuk Perut Korbannya

Pelaku saat diinterogasi polisi masih berkelit atas motif membunuh korban. Pelaku mengakui membunuh korban dengan alasan main-main.

Pembunuh di PALI Ini Anggap Main-main Saat Menusuk Perut Korbannya
TRIBUN SUMSEL/ARI WIBOWO
Tersangka Dian Putra Alias Joe saat diamankan jajaran Polsek Penukal Abab PALI karena menusuk perus warga sedesanya hingga meninggal dunia.

SRIPOKU.COM, PALI - Berawal cekcok mulut Dian Putra alias Joe (26), warga dusun II Desa Air Itam Selatan Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, Nekad menusuk perut Aris Apriansyah (26) warga sedesanya dengan sebilah pisau hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun Tribun dari Polsek Penukal Abab, kejadian tersebut terjadi Kamis malam (20/4) sekitar pukul 20.00 saat pelaku dan korban bertemu di depan rumah Shinta.

Tak lama kemudian terjadi selisih paham antara korban dan pelaku, lalu pelaku emosi dan langsung menusuk korban dengan sebilah pisau ke arah perut sebelah kiri Aris sebanyak satu kali dan mengakibatkan korban mengalami luka pendarahan.

Korban sempat dirawat di Puskesmas Air Itam. Namun, nyawa korban tak bisa diselamatkan lagi.

Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) dan meminta keterangan saksi mata yakni Shinta dan Bani, atau sekitar dua jam dari pembunuhan itu, polisi membekuk pelaku ditempat persembunyian kampungan halamannya.

Sementara itu, pelaku saat diinterogasi polisi masih berkelit atas motif membunuh korban. Pelaku mengakui membunuh korban dengan alasan main-main.

"Dari interogasi terhadap pelaku, katanya ia penesan (main-main) menusuk korban," kata Kapolres Muaraenim, AKBP Leo Andi Gunawan, SIK disampaikan Kasubag Humas Polres Muara Enim, melalui Kapolsek Penukal Abab, AKP Denny NS.

AKP Denny, menurut keterangan saksi mata awalnya pelaku dan korban sempat cekcok mulut, sebelum terjadi penusukan itu.

"Dari keterangan saksi pelaku sempat cekcok mulut sebelum menusuk perut korban dengan sebilah pisau, pelaku dijerat pasal 338 KHUP dengan ancaman 20 tahun penjara," jela AKP Denny.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help