SriwijayaPost/

Minta Rp 123 Juta untuk Tanda Tangannya, Kades Manggul Kota Lahat Diamankan Polisi

"Jika tidak memenuhi imbalan sebagaimana telah dipatok tersebut, tersangka menolak menandatangani surat sertifikat tanah yang dimohonkan Tamrin,"

Minta Rp 123 Juta untuk Tanda Tangannya, Kades Manggul Kota Lahat Diamankan Polisi
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Kepala Desa Manggul Kota Lahat, Parlen Pardede saat diamankan di Polres Lahat karena diduga pungli, dengan mematok harga untuk tanda tangannya dalam pengurusan sporadik sertifikat tanah.

SRIPOKU.COM, LAHAT - Permohonan kepengurusan surat sertifikat tanah di Perumahan RSH Green Garden Residances di Desa Manggul Kecamatan Kota Lahat milik Tamrin rupanya menjadi kesempatan bagi Parlen Pardede (36), yang tidak lain Kades setempat untuk meraup untung.

Tak tanggung-tanggung, melalui Aril dan Ical, yang merupakan perwakilan Tamrin dalam mengurus hal ini, Parlen mematok tanda tangannya guna pembuatan sporadik seharga Rp.123 juta atau imbalan berupa satu unit rumah tipe 36.

"Ya, jika tidak memenuhi imbalan sebagaimana telah dipatok tersebut, tersangka menolak menandatangani surat sertifikat tanah yang dimohonkan Tamrin," terang Kapolres Lahat, AKBP. Roby Karya Adi, SIK melalui Kanit Tipikor, Iptu Hendrinadi, Jumat (21/4).

Akibat perbuatanya Parlen, yang akhirnya harus meringkuk dalam jeruji besi lantaran peluang untuk melakukan pungli atas kepengurusan sertifikat tanah seluas 9.000 m2 dan 2.000 m2 yang berada di Jalan Senabing Jalur Poros Jalinsum itu akhirnya tercium dan digrebek oleh petugas Unit Tipikor Satreskrim Polres Lahat, Kamis (20/4) sekitar pukul 15.00 WIB.

Bahkan, Kades yang terbilang masih muda ini tertangkap tangan langsung saat hendak membuka kantong kresek warna hitam berisikan uang tunai senilai Rp.123 juta di kamarnya, yang tidak lain merupakan imbalan atas kepengurusan sertifikat tanah yang dimintanya dari pihak Tamrin.

"Ya, tersangka baru saja hendak membuka kantong kresek berisikan uang ratusan juta rupiah tersebut, namun keburu kita grebek. Tersangka tidak bisa berkutik lagi dan langsung kita gelandang ke Mapolres berikut barang buktinya," terang Hendrinadi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah memeras melalui pungutan secara liar ini, Parlen terancam dikenakan pasal 11-12 huruf E Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 junto Undang-undang Nomor 20 tahun 2001.

"Ancaman hukumannya minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara," tegasnya.

Terpisah, Tamrin, pemilik perumahan membenarkan bahwa dirinya mengutus Aril dan Ical untuk mengurus permohonan pembuatan sertifikat tanah kepada Kades Manggul, Parlen Pardede.

Dimana, diakuinya pula, bahwa Parlen meminta imbalan kepadanya, yakni sebesar Rp.123 juta atau berupa satu unit rumah tipe 36 guna mengurus sertifikat tanah ini.

"Negosiasi ini sudah berlangsung tiga bulan," beber Tamrin.

Sementara itu, Rusdi Somad, salah seorang anggota Tim Pengacara Parlen menyatakan, sejauh ini pihaknya masih mendalami dan mempelajari kasus yang tengah disangkakan kepada kliennya tersebut.

"Kita akan temui terlebih dahulu klien kita dan barulah selanjutnya akan kita sampaikan langkah-langkah yang akan kita lakukan," kata Rusdi.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help