Kejam! Ini Fakta Menyedihkan Buruh Pabrik Mainan China, Nomor 9 Sungguh Miris

"Made In China" begitu laris manis lantaran harga yang begitu murah meriah. Walaupun fakta dibalik itu menyimpan satu kepahitan luar biasa yang harus

Kejam! Ini Fakta Menyedihkan Buruh Pabrik Mainan China, Nomor 9 Sungguh Miris
ist
Ilustrasi Pekerja China 

SRIPOKU.COM -- Ada pepatah yang menyatakan, 'jangan menilai buku dari kulitnya saja'.

Atau dengan kata lain, jangan melihat seseorang dari luarnya saja karena apa yang kita lihat tidak selalu mewakili dirinya yang sebenarnya.

Jangan lihat mereka yang bekerja sebagai penjual nasi minyak di tepi jalan itu rata-ratanya tidak punya pendidikan yang tinggi.

Intinya jangan suka menepuk dada dan memandang rendah pada orang lain.

Hal ini ada kaitannya dengan pengalaman unik seorang dokter terakreditasi yang baru-baru ini didatangi seorang pasien yang merupakan buruh bangunan warga Bangladesh.

Dilansir Mynewshub.cc yang mengutip dari halaman Facebook Dokter Goh Aik Ping, sang dokter yang memiliki klinik pribadi di Surabaya, Jawa Timur ini, telah membuka mata banyak warga Malaysia dalam memandang orang asing yang bekerja di negeri melayu itu.

Pada awalnya pasien warga negara asing itu datang ke klinik Dr. Goh untuk mendapatkan perawatan.

Namun apa yang mengejutkan ketika dia sendiri memberitahu dokter gejala dan kemungkinan penyakit yang dialaminya.

Ia menggunakan istilah medis yang orang lain tidak banyak tahu, di samping sebutannya yang sangat tepat.

"Pasien Bangladesh itu mengeluhkan dia kena diare dan menduga dirinya menderita 'disentri', istilah medis untuk infeksi usus.

"Saya terkejut dan berhenti merawatnya seketika. Kemudian saya bertanya bagaimana dia tahu istilah itu? Tapi dia diam, "tulis Dokter Goh di halaman Facebooknya.

Setelah memeriksa, Dr. Goh menjelaskan bahwa peradangan pada perut atau gastroenteritis merupakan penyebab diare yang dialaminya.

Belum sempat ia menjelaskan lebih lanjut, pasien Bangladesh itu bertanya jika ia memiliki Ciprofloxacin, metronidazole dan azithromycin, nama-nama obat yang kompleks dan hanya digunakan oleh dokter atau ahli medis saja.

"Saya bertanya-tanya, bagaimana pria ini bisa mengetahui nama obat-obatan, bahkan sebutannya juga sangat tepat," tulisnya.

Enggan terus berteka-teki, Dr. Goh menanyakan identitas buruh bangunan Bangladesh itu yang ternyata, sebenarnya ia adalah seorang ahli farmasi dan memiliki farmasi sendiri di Bangladesh.

"Saya belajar farmasi dan adik saya pula dokter. Saya mengambil keputusan untuk meninggalkan negara akibat ketidakstabilan politik. Setelah segalanya pulih, saya akan kembali ke Bangladesh, "katanya kepada Dr. Goh.

"Saya merasa sedih untuk dia. Dia meninggalkan bangsa dan karirnya untuk datang ke negeri ini sebagai pekerja bangunan, sanggup bekerja keras di bawah sinar matahari terik, menanggung lingkungan yang bertentangan dengan budayanya,"

"Semuanya karena kehidupan domestik di sini lebih baik,"

"Saya tidak bisa membantunya, hanya sekedar mengeluh saja," kata Dr. Goh.

Dokter itu juga mempertanyakan nasib rakyat Malaysia jika negara ini menghadapi situasi ketidakstabilan politik.

"Apakah rakyat Malaysia akan merantau ke negara yang lebih maju dan menjadi kuli / buruh di negara orang tapi menikmati hidup yang jauh lebih baik dari di negara sendiri?" tanyanya. (*)

Friends Added

Dapatkan Berita-berita Terkini (Up To Date) dan Menarik Lainnya dengan Langsung Klik sripoku.com

Berikan dukungan Anda kepada Kami dengan LIKE/SUKAI Fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini

Posted by Sriwijaya Post
Dan mohon FOLLOW Twitter Kami juga Sriwijaya Post
Penulis: Candra Okta Della
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help