Kehabisan Stok Meteran, PDAM Tunda Sambungan Langganan Baru

Perusahaan plat merah itu kehabisan stok meteran air sehingga terpaksa menunda pemasangan Sambungan Langganan (SL) baru.

Kehabisan Stok Meteran, PDAM Tunda Sambungan Langganan Baru
Tribun Medan
meteran air 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Keinginan sebagian masyarakat Kota Palembang untuk menikmati air bersih dari aliran pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi, masih belum dapat terealisasi.

Perusahaan plat merah itu kehabisan stok meteran air sehingga terpaksa menunda pemasangan Sambungan Langganan (SL) baru.

Beberapa warga yang mengajukan pasang baru di loket PDAM Rambutan mendapat informasi ketiadaan meteran air. Namun, petugas meminta semua persyaratan pasang baru, dengan alasan untuk dilakukan survei.

Namun sayang, petugas layanan tidak memberikan penjelasan kapan akan dipasang, dan kapan akan dilakukan pembayaran.

"Kalau ada meteran, nanti kami hubungi dan bayar. Sampai kapan, kita belum jelas," kata petugas di loket PDAM Tirta Musi.

Seperti diungkapkan Muhammad (47), yang mengurus pasang baru untuk rumah orangtuanya.

"Di rumah sudah sambungan PDAM, tapi airnya tidak ada. Jadi kami mau pindahkan ke jalur lain dan mengajukan pasang baru. Sampai kini, belum ada kepastian kapan. Sementara kami butuh air," kata Muhammad, yang mengaku setiap bulan tagihan tetap jalan, kendati air tak mengalir.

Sementara Andi Wijaya, Direktur Operasional PDAM Tirta Musi Palembang, Selasa (18/4), mengatakan kekosangan stok meteran ini memang terjadi tapi hanya dialami sebagian kecil warga di beberapa unit pelayanan.

Hal itu bukanlah masalah pokok sehingga warga kesulitan memasang sambungan baru.

"Ya ada (persoalan) itu, tapi masalah meteran ini tidak masalah. Yang jadi masalah (utama) itu adalah debit (pasokan) air yang kritis, itu tidak bisa kami tanggulangi (karena bergantung musim)," ucapnya.

Sementara Humas PDAM Palembang, Eprilina menambahkan memang untuk stok meteran sempat habis di beberapa unit pelayanan PDAM Palembang.

Namun saat ini sudah dalam tahap pemesanan sebanyak 15.000 meter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin menjadi pelanggan baru PDAM.

"Stoknya sedikit, tapi ini segera teratasi. Memang untuk penundaan sambungan pemasangan baru, lebih ke faktor debit air di wilayah masing-masing, apakah mencukupi atau tidak. Sebab, jika dipaksakan melakukan sambungan baru, nanti kontribusi air ke pelanggan lainnya akan tersendat," ucap Evi, sapaan akrabnya. (*)

Penulis: Darwin Sepriansyah
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help