SriwijayaPost/

Debit Air PDAM Kritis, Ini Daerah di Palembang yang Tertunda Pemasangan Sambungan Langganan Baru

"Sebab, sumber air dari Sungai Musi pun harus dipompa dan diolah dahulu sebelum didistribusikan ke pelanggan," jelasnya.

Debit Air PDAM Kritis, Ini Daerah di Palembang yang Tertunda Pemasangan Sambungan Langganan Baru
sulawesi.bisnis.com
instalasi pengelolaan air 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Direktur Operasional PDAM Tirta, Musi Palembang, Andi Wijaya menegaskan kalau persoalan utama tertundanya pemasangan Sambungan Langganan baru, lebih disebabkan kritisnya debit air di beberapa wilayah.

"Kalau masalah meteran bisa diatasi, tapi ini adalah masalanya ada di pasokan air. Memang ada beberapa wilayah debit airnya kritis, jadi masih ditunda (pemasangan baru)," katanya.

Manajer SDM dan Umum PDAM, Rosiana menjelaskan terbatasnya debit air di sebagian unit pelayanan, karena memang kapasitas produksi dengan kebutuhan pelanggan itu sudah maksimal.

"Sebab, sumber air dari Sungai Musi pun harus dipompa dan diolah dahulu sebelum didistribusikan ke pelanggan," jelasnya.

Sementara Humas PDAM Palembang, Eprilina menambahkan beberapa daerah yang belum ter-cover ini rata-rata berada di wilayah pinggiran Kota Palembang unit pelayanan Alang-alang Lebar, Sako Kenten dan Karang Anyar.

"Daerah-daerah ini memang sulit dijangkau, karena jauh dari pipa induk," jelasnya.

Dikatakan, saat ini saja tercatat PDAM melayani hampir 270.000 pelanggan se-Kota Palembang.

Jumlah itu jelas akan semakin bertambah karena melihat banyaknya keinginan warga yang ingin melakukan pemasangan sambungan baru, terutama di unit pelayanan Karang Anyar, Alang-alang Lebar dan Sako Kenten.

Sementara untuk unit pelayanan Rambutan, 3 Ilir, Km 4, Seberang Ulu 1, Seberang Ulu 2 dan Kalidoni, sebagian besar bisa terpenuhi semua.

"Berapa potensi jumlah pelanggan baru ini datanya kita tidak punya, tapi memang wilayah itu (Karang Anyar, AAL dan Sako Kenten) yang besar ingin pasangan PDAM," ungkapnya.

Penulis: Darwin Sepriansyah
Editor: Darwin Sepriansyah
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help