SriwijayaPost/

Satu Keluarga Ditembaki

Brigadir Polisi K Resmi Jadi Tersangka, Sementara Para Korban Mulai Pulih

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk juga gelar perkara, Polda Sumsel akhirnya resmi menetapkan Brigadir Polisi K jadi tersangka.

Brigadir Polisi K Resmi Jadi Tersangka, Sementara Para Korban Mulai Pulih
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan jajaran saat kembali membesuk korban penembakan mobil sedan yang dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumsel Palembang, Jumat (21/4/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengatakan, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk juga gelar perkara, pihaknya akhirnya resmi menetapkan Brigadir Polisi K jadi tersangka.

"Dari hasil pemeriksaan dan gelar perkara yang dilakukan Tim Ditreskrimum, Propam dan Irwasda, Brigadir Polisi K akhirnya dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus ini," ungkapnya saat jumpa pers bersama awak media di RS Bhayangkara Polda Sumsel, Jumat (21/4/2017).

Untuk selanjutnya dan setelah dinyatakan sebagai tersangka, dikatakan Kapolda Sumsel, Brigadir Polisi K pun langsung dilakukan penahanan di Polda Sumsel.

"Brigadir Polisi K dikenakan Pasal 359 jo 360 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun kurungan penjara. Dan proses hukumnya seperti hukum pidana umum lainnya dan secepatnya akan kita limpahkan," terangnya.

Sedangkan saat disinggung terkait dengan sanksi pemecatan atau PTDH, Kapolda Sumsel, mengatakan, pemecatan tersebut bisa saja dilakukan namun, semua masih menunggu keputusan hakim.

"Pemecatan itu bisa saja dilakukan karena Pasal 359 itu hukumnya lima tahun kurungan penjara. Dan sesuai dengan Kapolri, bagi anggota yang dihukum penjara lebih dari empat tahun itu bisa di-PTDH," ungkapnya.

Kapolda juga mengatakan, dari pengakuan Brigadir K, dirinya hanya ingin menghentikan mobil tersebut yang berujung pada penembakan langsung pasca tidak dihiraukannya tembakan peringatan. Dan dari unsur korban penembakkan pun ada kesalahan tidak mau berhenti dan menolak kooperatif.

"Diki (30) sopir sedan tersebut menurut saksi korban S sudah diingatkan untuk berhenti tapi masih tidak mau berhenti setelah diduga takut tidak memiliki SIM dan plat mobil tersebut palsu. Terkait itu, sekarang kita masih menyelidiki keabsahan kepemilikan mobil tersebut," tuturnya.

Dari gelar perkara termasuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dikatakan Kapolda, ditemukan sembilan lubang peluru yang tertanam di mobil Honda City BG 1488 ON milik korban. Sambil menunggu proses hukum, pihak Polda Sumsel pun akan melakukan tes psikologi terhadap tersangka.

"Dari track recordnya tidak ada kelainan jiwa dan tidak memiliki catatan kriminal. Namun akan dipastikan lagi lewat tes oleh psikolog dan psikiater nanti," ucapnya.

Terkait para korban yang masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumsel Palembang, Kapolda menjelaskan, Dewi (39) sudah dioperasi pada Kamis (20/4/2017) malam oleh tim dokter sedangkan, Novi (31) dioperasi pada Jumat (21/4/2017) siang.

"Kondisi pascaoperasi keduanya sudah stabil dan dalam proses penyembuhan. Sementara kedua anak Dewi, Galih (6) dan Genta (2) sudah diperiksa oleh tim psikolog untuk mengecek keterguncangan mental keduanya pasca kejadian. Dan hasilnya, dua anak tersebut sudah membaik, sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Keduanya tadi ketika saya tengok sedang bermain dan bercanda termasuk bermain mobil-mobilan. Alhamdulillah sudah normal setelah dicek psikolog," katanya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel Palembang, AKBP dr Yanuar, mengatakan, seluruh pasien korban penembakan yang dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumsel secara umum sudah membaik dan hanya tinggal menjalani penyembuhan pasca operasi.

"Setelah pulih nanti, pasien Dewi dan Novi pun akan diperiksa oleh tim psikolog untuk memulihkan guncangan jiwanya. Namun, untuk itu kami tunggu dulu sampai pulih, baru dilakukan tes psikologi," jelasnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help