Pembunuh Anak Ini Divonis 16 Tahun Penjara

Siska Nopriana (23) si penganiaya anak kandungnya sendiri yang menyebabkannya mati akhirnya divonis hakim hukuman penjara 16 tahun.

Pembunuh Anak Ini Divonis 16 Tahun Penjara
SRIPOKU.COM/YULIANI
Siska saat mengikuti jalannya persidangan pembacaan vonis hakim atas dirinya dalam kasus kekerasan terhadap anak. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ekspresi wajah terdakwa Siska Nopriana (23) terlihat dingin saat mendengar putusan majelis hakim yang memvonisnya selama 16 tahun penjara dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (20/4).

Dengan mengenakan jilbab hitam, ia terus menunduk tak bergeming tanpa mengeluarkan suara. Bahkan saat diperintahkan majelis yang diketuai Eliwarti untuk berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, Bustanul Fahmi, dengan langkah gontai Siska tetap enggan mengangkat wajahnya.

Tak ada keluarga Siska yang hadir dalam persidangan terakhir tersebut. Sebisa mungkin wanita yang pulang ke Siring Agung IB 1 Palembang ini menahan airmatanya agar tidak jatuh selama proses sidang.

Saat keluar dari ruang sidang pun, ia berusaha menghindari kamera media dengan menutup sebagian wajahnya dengan jilbab.

Putusan 16 tahun kurungan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendra Fabianto dengan pidana penjara selama 20 tahun. Siska didakwa dengan pasal 76C Jo pasal 80 ayat (4) UU no. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dalam dakwaan kesatu primair.

Terdakwa Siska dinilai terbukti bersalah melakukan kekerasan terhadap anak hingga mengakibatkan mati yang dilakukan orangtuanya.

Sebelumnya, Penasehat hukum terdakwa Bustanul Fahmi juga sudah menyampaikan pembelaannya dimana perbuatan terdakwa dilakukan karena kesal dengan suaminya.

“Terdakwa menyesali perbuatannya dan sama sekali tidak berniat untuk menghilangkan nyawa anak kandungnya,” ujarnya.

Selain itu, terdakwa juga masih berusia muda sehingga masih bisa memperbaiki perbuatannya di kemudian hari.

“Kami sudah berharap majelis hakim memberikan keringanan hukuman. Dan putusan ini sudah kewenangan majelis hakim sendiri, Siska sendiri sudah menerima putusan tersebut," jelasnya.

Sementara itu, dalam dakwaan sebelumnya, perbuatan terdakwa dilakukan di rumah kontrakannya yang berada di jalan lubuk Bakung Kecamatan Ilir Barat I. Berawal dari terdakwa yang sedang mencuci pakaian dan korban Bryan Aditia (4) menangis saat bangun tidur.

Terdakwa lantas bertanya mengapa korban menangis, namun korban tidak menjawab dan terus menangis sehingga disuruh untuk diam. Terdakwa lantas meneruskan mencuci pakaian, namun hingga selesai korban tak kunjung berhenti menangis.

Karena kesal, terdakwa menendang dada korban dua kali, namun tetap menangis, terdakwa malah mengigit telapak tangan dan memukul dada korban. Lalu korban dimandikan agar berhenti menangis. Selanjutnya korban mengatakan bahwa dadanya terasa sakit.

Terdakwa lantas membuat air asam untuk mengilangkan rasa sakit lalu korban tidur, karena tidak bisa tidur, maka saat dibangunkan ternyata sudah dingin.

Terdakwa lantas pergi keluar rumah dan melaporkan bahwa mengalami KDRT, namun akhirnya terdakwa mengaku telah menganiaya korban.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help