SriwijayaPost/

Jelutung-Meramin Siap Curi Perhatian Dunia di Bonn Challenge

Hingga saat ini hutan dan lahan rawa gambut dengan luas 20 hektare itu telah memasuki tahapan 80 persen persiapan.

Jelutung-Meramin Siap Curi Perhatian Dunia di Bonn Challenge
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Tim pemantau dan awak media melakukan media field visit di Kedaton Kabupaten OKI, Rabu (19/4/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ajang akbar Bonn Challenge High Level Meeting yang bakal digelar di Kedaton Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), 9-10 Mei terus dikebut persiapannya.

Hingga saat ini hutan dan lahan rawa gambut dengan luas 20 hektare itu telah memasuki tahapan 80 persen persiapan.

Beberapa tanaman langka yang hidup di lahan gambut seperti Jelutung, Perupung hingga Meramin bakal mencuri perhatian 81 delegasi dari seluruh dunia.

Saat awak media melakukan media field visit di Kedaton Kabupaten OKI, Rabu (19/4/2017) dari total lahan yang dipersiapkan, sekitar 16 hektarenya nampak telah ditumbuhi beberapa tanaman yang biasa hidup dilahan tersebut.

Beberapa jenis tanaman langka yang memiliki ketinggian sekitar tiga meter juga nampak tumbuh sehat dan subur.

Perwakilan Balai Litbang LHK Palembang, Tabroni, mengungkapkan untuk membuat lahan yang ada kembali normal bukan perkara mudah.

Pihaknya bahkan sudah berjuang sejak tahun 2010 untuk mencari bibit untuk kemudian ditanami di sana.

‎Lahan gambut di area tersebut terbilang unik. Kendari telah terbakar sebanyak dua kali pada tahun 1997 dan 2006 namun bisa kembali normal dengan alami sebagai restorasi hutan dan rawa gambut.

"Dulu belum ada yang begitu peduli. Kita berjuang sejak 2010 untuk membuatnya jadi seperti ini. Kita sangat bersyukur nanti mata dunia akan tertuju ke sini," jelasnya saat ditemui di lahan restorasi gambut Kedaton Kabupaten OKI‎.

‎Menurutnya, lahan yang terdegradasi berat oleh kebakaran membutuhkan penanganan serius karena pemulihan secara alami sangat sulit terbentuk dan membutuhkan waktu lama.

Halaman
12
Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help