SriwijayaPost/

Gajah di PLG Desa Muarapadang Jalur 21 Banyuasin Dilatih Memadamkan Titik Api

Diintruksikan untuk keluar masuk hutan dengan membawa mesin pompa memadamkan titik-titik api di dalam hutan yang sulit dijangkau oleh manusia.

Gajah di PLG Desa Muarapadang Jalur 21 Banyuasin Dilatih Memadamkan Titik Api
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Wartawan menunggangi Gajah di PLG Muarapadang Jalur 21 Banyuasin ditemani pawangnya, Kamis (20/4/2017). Gajah-gajah ini dibiakkan dan dilatih untuk memadamkan titik api. 

SRIPOKU. COM, PALEMBANG-- Pusat penangkaran gajah ternyata tak hanya berada di Taman Nasional Way Kambas Lampung.

Di provinsi Sumsel atau tepatnya di desa Muara Padang jalur 21 Banyuasin rupanya juga terdapat Pusat Pelatih Gajah (PLG).

Di atas lahan seluas‎ 88 ribu hektare yang ditumbuhi oleh semak belukan dan ilalang terdapat 30 ekor gajah yang terdiri dari 24 gajah dewasa dan enam anakan dipelihara dengan baik oleh para pawang-pawangnya.

Di sana para gajah tak hanya dikembangbiakkan saja. Tetapi hewan mamalia yang berumur panjang seperti manusia itu juga diajarkan beberapa pertunjukkan hingga membantu petugas untuk memadamkan api di dalam hutan.

Ketika awak media melakukan kunjungan media field visit‎ Bon Challenge, Kamis (20/4) puluhan ekor gajah nampak melakukan atraksi memukau kepada para tamu yang datang. Para gajah yang semula berkumpul dalam kelompok besar seketika langsung mendekat ketika masing-masing pawang memanggil nama mereka.

"Tulus, Gaban kemari-kemari," teriak para pawang memanggil beberapa nama gajah.

Setelah para gajah mendekat baru sang pawang mengintruksikan untuk bersalaman lalu sedikit bergoyang kemudian mengajak para tamu berkeliling di atas punggunya.

Kendati baru pertama kali bertemu dengan ‎media namun gajah menggemaskan itu seakan langsung bersahabat dengan melayani manusia lewat atraksinya.

Kasub Satgas PLG, Jumiran bercerita Eko Wisata PLG Muara Padang sudah berdiri sejak tahun 1989 yang dimana sebelumnya terdapat di dua tempat yakni Muara Padang dan Sebokor. Gajah-gajah yang berada di sana dahulu merupakan penghuni di Penhangai Merapi Selatan Lahat.

"Dahulunya gajah-gajah ini merupakan hewan liar yang suka meresahkan warga lalu kita jinakkan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help