BNN Punya Cara Unik Ajak Masyarakat Komitmen Tanpa Narkoba, Penasaran ?

BNN Empatlawang siap menyampaikan informasi seputar rehabilitasi para pecandu narkoba kepada setiap pengunjung yang mampir

BNN Punya Cara Unik Ajak Masyarakat Komitmen Tanpa Narkoba, Penasaran ?
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Bupati Empatlawang, H. Syahril Hanafiah, bersama Istri menandatangani komitmen stop narkoba di stand milik BNN Empatlawang pada saat pembukaan Empatlawang Ekspo Satu Dasawarsa dan Festival Saling Keruani Sangi Kerawati, Kamis (19/4/2017). 

SRIPOKU.COM, EMPATLAWANG -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Empatlawang memanfaatkan perhelatan Empatlawang Ekspo dan Festival Saling Keruani Sangi Kerawati Dasawarsa Kabupaten Empatlawang untuk membentuk komitmen bebas narkoba dengan menandatangani spanduk besar agar komitmen tanpa narkoba.

Selain itu, BNN Empatlawang siap menyampaikan informasi seputar rehabilitasi para pecandu narkoba kepada setiap pengunjung yang mampir dalam stand berukuran sekitar 2X3 meter.

"Dikesempatan ini, setiap pengunjung yang datang kami ajak untuk komitmen jangan mengunakan narkoba caranya dengan membubuhkan tandatangan pada spanduk stop narkoba dengan harapan komitmen pengunjung stop dan tanpa narkoba. Selain itu kami sampaikan mengenai rehabilitasi para pecandu narkoba itu seperti apa," kata Kepala BNN Empatlawang, AKBP Amancik Marzuki, kepada Sripoku.com Kamis (20/4/2017).

Lanjut AKBP Amancik, dari Januari sampai pertengahan April 2017, BNN Empatlawang telah merehab sebanyak 40 orang pecandu narkoba.

Diantaranya 10 orang pasien rehab inap masing-masing dikirim ke pusat rehabilitasi Batam dan Lido, Kalianda Lampung Selatan dan 30 orang rehab jalan di BNN Empatlawang.

Menurut Amancik, penyalahgunaan narkoba disebabkan banyak faktor.

Tidak jarang awalnya dipengaruhi dari lingkungan keluarga yang tidak harmonis, rata-rata berasal dari keluarga broken home (perceraian orang tua), hingga pada akhirnya anak terlibat penyalah gunaan narkoba.

Ada juga dari pengaruh dari lingkungan, teman dan faktor lain sedang kebanyakan penyalahgunaan dibawah umur 25 tahun kebawah.

Penulis: Awijaya
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help