Ini Jadwal Parade 1.001 Kuda di Pulau Sumba

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu mengatakan, jadwal parade 1.001 kuda di Pulau Sumba akan berlangsung pada Mei 201

Ini Jadwal Parade 1.001 Kuda di Pulau Sumba
Lintas Gayo
Ilustrasi, Suasana Pacuan Kuda Tradisional. 

SRIPOKU.COM, KU PANG – Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu mengatakan, jadwal parade 1.001 kuda di Pulau Sumba akan berlangsung pada Mei 2017.

Berita Lainnya:  Banyak Obyek Wisata, NTT Butuh Rute Penerbangan Internasional

Kegiatan parade itu, menurut Marius, akan digelar di empat kabupaten di Pulau Sumba yakni dimulai 24 sampai 25 Mei di Kota Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur. Kemudian 26 sampai 27 Mei di Anakalang, ibu kota Kabupaten Sumba Tengah.

Selanjutnya 28 sampai 29 Mei di Kota Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat dan penutupan acara di Tambolaka, ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya pada 30 sampai 31 Mei.

Puncak parade kuda yang berlangsung di Tambolaka tersebut sekaligus juga pembukaan Festival Tenun Ikat.

Terkait dengan kegiatan itu, Marius juga sudah bertemu dengan Mensesneg sekaligus menyerahkan surat undangan yang ditandatangani Gubernur NTT Frans Lebu Raya kepada Presiden Joko Widodo untuk menghadiri Festival Tenun Ikat Sumba di Tambolaka.

“Kenapa Festival Tenun Ikat di tanggal 31 Mei? Karena rencana kita supaya presiden bisa membuka kegiatan itu sekaligus membuka kegiatan apel Hari Lahir Pancasila atau Bulan Soekarno di Kabupaten Ende pada 1 Juni nanti,” kata Marius kepada KompasTravel, Selasa (18/4/2016).

Menurut Marius, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten se- daratan Sumba dan juga dengan Mensesneg bahwa pada dasarnya bupati dengan masyarakat se-daratan Sumba siap menerima kedatangan Presiden Joko Widodo.

Marius mengaku, tujuan pergelaran dua kegiatan berskala internasional di Pulau Sumba itu yakni menciptakan branding bahwa Sumba tidak hanya terkenal dengan pasolanya, megalitiknya dan juga hotel Nihiwatunya, tapi juga terkenal karena memiliki kuda sandalwood yang bernilai sosial budaya dan ekonomi.

“Selama ini kita hanya melihat karnaval manusia saja. Tapi kali ini akan kita bentuk ribuan kuda yang berhias dan ditunggangi warga dengan menggunakan pakaian adat dari etnis seluruh NTT. Kita mau menunjukkan ke pentas nasional maupun wisatawan bahwa NTT sangat kaya, tidak hanya ada Komodo, Danau Kelimutu dan obyek wisata lainya, tetapi NTT juga merupakan pusat peternakan besar seperti kuda, kerbau dan sapi,” kata Marius.

Penulis: Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help