SriwijayaPost/

Satu Keluarga Ditembaki

Satu Keluarga Ditembak, Ini Kronologis Versi Polisi

Dikatakan, peristiwa yang terjadi pasa Selasa (18/4) sekitar pukul 10.00 pagi itu berawal dari razia rutin terprogram yang dilakukan anggota.

Satu Keluarga Ditembak, Ini Kronologis Versi Polisi
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
tembakan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Terkait aksi penembakan terhadap satu keluarga ini, Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga melakui Wakapolres Kompol Andi Kumara yang didampingi Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin, memberikan pernyataan resmi Selasa (18/4) malam. 

 Dikatakan, peristiwa yang terjadi pasa Selasa (18/4) sekitar pukul 10.00 pagi itu berawal dari razia rutin terprogram yang dilakukan anggota.

Menurutnya, razia itu bukan asal-asalan, dan untuk mengantisipasi kejahatan 3C dengan lokasi yang sudah ditentukan.

Sebelum kegiatan, anggota sudah di APP terlebih dahulu, termasuk masalah penggunaan senjata api.

Dimana kalau tidak terpaksa betul, maka jangan gunakan senjata api.

Mobil yang ditembaki
Mobil yang ditembaki (ist)

 Dilanjutkan, setelah kegiatan berlangsung, anggota melihat ada kendaraan sedan warna hitam BG1488ON tak mau dihentikan.

Bahkan menurutnya, sempat mau nabrak anggota.

Karena curiga, anggota kemudian melakukan pengejaran menggunajan mobil polisi.

Namun menurutnya, pengemudi sedan bukannya pelan atau berhenti, tapi malah melaju kencang dan lampu merah juga diterobos.

Sehingga memang sempat terjadi aksi kejar-kejaran di jalan raya.

Satu keluarga asal Desa Belitar, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu yang nyaris tewas tersebut yakni Gatot Sundari (29) mengalami luka tembak dibagian punggung.
Satu keluarga asal Desa Belitar, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu yang nyaris tewas tersebut yakni Gatot Sundari (29) mengalami luka tembak dibagian punggung. (ist)

 "Sampai didepan Bank Mandiri Simpang Periuk, mobil itu berhenti dan anggota keluarkan tembakan disitu, setelah sebelumnya ada tembakan peringatan," ujar Kompol Andi Kumara.

 Dilanjutkan, anggota kemudian meminta agar kaca mobil yang berwarna gelap diturunkan.

Namun tetap kacanya tak mau dibuka. Sehingga anggota melepaskan tembakan.

Suasana dirumah sakit penembakan satu keluarga di Lubuk Linggau
Suasana dirumah sakit penembakan satu keluarga di Lubuk Linggau (ist)

 "Anggota curiga kaca gelap, setelah terjadi (tembakan kedalam mobim-red) ternyata didalam tidak seperti dugaan kita. Anggota awalnya memang sudah curiga, dihentikan tidak mau, dikejar malah ngebut zig zag dan membahayakan pengguna jalan lainnya. Jangan-jangan pelaku 3C," ujarnya.

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Candra Okta Della
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help