Tempat Terbaik di Korea untuk Melihat Bunga Sakura

Musim semi seperti saat ini merupakan waktu terbaik untuk melihat bunga sakura bermekaran. Selain Jepang, Korea Selatan merupakan pilihan lain destina

Tempat Terbaik di Korea untuk Melihat Bunga Sakura
CeritaKorea.com
Sakura bermekaran saat musim semi di Jinhae, Korea Selatan. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Musim semi seperti saat ini merupakan waktu terbaik untuk melihat bunga sakura bermekaran. Selain Jepang, Korea Selatan merupakan pilihan lain destinasi wisata untuk melihat mekarnya bunga sakura. Orang Korea menyebutnya sebagai bunga beot-kkot.

Berita Lainnya:  Sakura Mekar di Tengah Bencana

Menurut Shim Yoo Mi dari Tourim Promotion Division Gyeongnam Provincial Goverment menuturkan daya tarik Gyeongnam untuk turis Indonesia adalah empat musim. Pada musim semi, wisatawan bisa melihat bunga bermekaran, termasuk bunga sakura.

"Saat bunga sakura bermekaran, Gyeongnam merupakan tempat terbaik untuk melihat bunga sakura," tuturnya kepada KompasTravel saat ditemui pada acara kegiatan promosi Gyeongsangnam, Ulsan, dan Busan di Jakarta, Senin (10/4/2017).

Ia menambahkan ada sekitar 8.000 pohon sakura di daerah tersebut. Sebagian besar berada di tengah-tengah pusat kota. Salah satu acara wisata menarik di Gyeongnam adalah Jinhae Naval Port Festival. Festival ini didedikasikan untuk Laksamana Yi Sun-sin.

Dalam festival ini, wisatawan bisa melihat pertunjukan seni dan budaya. Selain itu, festival ini dipandang sebagai representatif dari dimulainya musim semi dengan mengajak wisatawan menikmati bunga sakura yang bermekaran. Festival ini biasanya berlangsung pada bulan April.

Gyeongnam atau Gyeongsangnam-do merupakan provinsi di selatan Korea Selatan. Dari Jakarta, penerbangan menuju Bandara Incheon. Dari sini ke Gyeongnam bisa ditembuh dengan KTX (kereta ekspress) selama 2,5 jam atau bus selama 6 jam.

Berdasarkan data dari Korea Tourism Organization Jakarta Office, pada tahun 2016, kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan mencapai 295.000 atau naik 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

Penulis: Ni Luh Made Pertiwi F

Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help