SriwijayaPost/

FP MLM Sosial-Kematian Siap Antar Jenazah ke Kampung Halaman

Untuk peserta forum ini, kita akan tarik biaya Rp 10 ribu untuk per bulannya. Dan saya yakin, ini juga tidak akan memberatkan peserta.

FP MLM Sosial-Kematian Siap Antar Jenazah ke Kampung Halaman
SRIPOKU.COM/SUGIH MULYONO
Para pengurus dan peserta FP MLM Sosial-Kematian saat foto bersama dalam rangka peresmian kantor sekretariat di Jalan Torpedo No 77 A Skip Ujung Kecamatan Kemuning Palembang, Senin (17/4/2017). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berawal dengan dilatar belakangi adanya pasien dari keluarga yang tidak mampu dari daerah Lubuklinggau yang meninggal setelah dirawat di rumah sakit di Palembang dan kemudian jenazahnya hendak dibawa pulang namun keluarga tidak ada biaya, membuat hal tersebut kemudian menjadi dasar para warga Musirawas, Lubuklinggau dan Musirawas Utara khususnya yang ada di kota Palembang untuk mendirikan sebuah forum pemersatu warga.

Beralamat di Jalan Torpedo No 77 A Skip Ujung Kecamatan Kemuning Palembang, kantor sekretariat Forum Pemersatu Warga Musirawas, Lubuklinggau dan Musirawas Utara (MLM) itu pun akhirnya resmi didirikan, Minggu (16/4/2017).

Ketua FP MLM, Bastari didampingi Sekretaris, M Arwan, menjelaskan, Forum Pemersatu Warga ini didirikan bersifat sosial-kematian.

Adapun kegiatan sosial yakni meliputi kesehatan, pendidikan, hukum dan termasuk musibah bencana alam sedangkan, untuk kegiatan kematian yakni memberikan beberapa bantuan dan santunan.

"Untuk yang bersifat kematian, contohnya kita memberikan bantuan dengan mengantarkan jenazah dengan ambulan kita dari Rumah Sakit yang ada di Palembang ke kampung halamannya di Musirawas, Lubuklinggau dan Musirawas Utara secara gratis," jelasnya saat saat ditemui di kantor Sekretariat FP-MLM Sosial-Kematian, Senin (17/4/2017).

Dikatakan Bastari, meskipun baru hari kemarin, Minggu (16/4/2017) forum ini resmi didirikan namun, jumlah pesertanya pun sudah cukup banyak yang ikut berantusias yakni mencapai sekitar 350 Kepala Keluarga (KK) dan mahasiswa yang berasal dari tiga kecamatan yakni Musirawas, Lubuklinggau dan Musirawas Utara.

"Untuk peserta forum ini, kita akan tarik biaya Rp 10 ribu untuk per bulannya. Dan saya yakin, ini juga tidak akan memberatkan peserta. Kita juga tak menutup untuk menerima bantuan dari para donatur," terangnya.

Masih dikatakan Bastari, forum ini juga akan terus dikembangkan secara bertahap termasuk juga akan mendirikan tempat singgah di Palembang yang diperuntukkan bagi warga atau keluarga pasien dari tiga Kecamatan yakni Musirawas, Lubuklinggau dan Musirawas Utara yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit di Palembang.

"Untuk mengcover ketiga Kabupaten tersebut, kita juga kedepannya akan mendirikan rayon di tiap Kecamatan yang ada di Palembang dan bila perlu juga ranting Kelurahan bahkan, cabang di Jakarta karena juga banyak warga kita di sana, Jakarta," ujarnya.

Bastari juga mengatakan, Forum Pemersatu MLM Sosial-Kematian ini juga didirikan secara legal dan sudah memenuhi beberapa persyaratan termasuk diantaranya memiliki akta Notaris.

"Sekali lagi, forum ini sendiri didirikan bertujuan sosial untuk memberikan bantuan maupun meringankan beban bukan karena politik," tuturnya.

Sedangkan saat disinggung latar belakang didirikannya forum ini, Bastari, mengatakan, forum ini didirikan dengan dilatar belakangi beberapa tahun lalu adanya pasien dari keluarga yang tidak mampu dari daerah Lubuklinggau yang meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit di Palembang dan kemudian jenazahnya hendak dibawa pulang namun keluarga tidak ada biaya.

"Karena hal tersebut, akhirnya kemudian menjadi dasar para warga Musirawas, Lubuklinggau dan Musirawas Utara khususnya yang ada di kota Palembang untuk mendirikan forum ini," katanya.

Penulis: Sugih Mulyono
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help