SriwijayaPost/

Rhoma Irama: Idaman Partai Organik, Saya Bukan Konglomerat

"Lewat lagu lewat dakwah selama ini itu nggak efektif. Saya teriak untuk kontribusi bangsa, ternyata nggak efektif."

Rhoma Irama: Idaman Partai Organik, Saya Bukan Konglomerat
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (IDAMAN) H Rhoma Irama disaksikan Ketua DPW Sumsel Komari Kosim SH MM memberikan sambutan pada pertemuan dengan kader di Kantor DPW Partai IDAMAN Sumsel Jl Ahmad Yani Palembang, Minggu (16/4/2017). 

SRIPOKU COM, PALEMBANG --- Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (IDAMAN) H Rhoma Irama mengingatkan para kader agar patut berbangga bergabung dengan satu-satunya partai organik, partai mandiri yang ada di dunia ini.

Mengenakan baju muslim putih dan celana panjang putih dan sepatu jungle hitam, Rhoma Irama memberikan sambutan yang materinya layaknya seperti memberikan tausiah.

"Partai IDAMAN ini Partai organik. Partai mandiri. Cuma satu-satunya di Indonesia. Bahkan mungkin di dunia. Biasanya sebuah partai itu didanai dari pusat. Tapi.Partai IDAAMAN tidak demikian. Rhoma Irama bukan konglomerat seperti Pak Hari Tanoe. Rhoma Irama bukan seperti Bang Aburizal Bakrie," kata pedangdut yang terkenal dengan lagu Begadangnya.

Rhoma menekankan kepada kader pengurus, modal yang ada didasari niat. Menurutnya setiap pekerjaan itu ada motivasi, niat.

"Amaliah kita itu yang akan dinilai Allah. Kita akan mempertahankan Pancasila. Dari ideologi yang mengancamnya. Komunisme, liberisme. Menjaga NKRI dari gejala imperalisem, kapitalisme. Kita juga membela Islam dari citra negatif. Fobia di dunia, tudiangan negatif terhadap umat Islam. Seolah teroris. Padahal tidak. Kita jelaskan dalam AD/ART. Islam bukan teroris. Teroris itu gerakan bukan agama. Islam bukan apluralis. Kita juga bukan agama yang alergi perbedaan agama. Allah melarang kita menghina agama lain. Rahmatan Lil Alaamiin," paparnya.

Bintang film sekaligus pimpinan grup OM Soneta ini mengatakan melalui Partai IDAMAN kader sekaligus telah membela eksistensi umat Islam yang semakin termarginalkan.

"Kita mayoritas tapi makin hari semakin terpinggirkan. Agar mendapat porsi semestinya. Kesejahteraan, kesehatan, pendidikan tugas yang paling mendasar dari Parpol manapun. Niat dan tekad itu modal kita. Saya di IDAMAN mau bela Pancasila, NKRI, Islam. Kalau sudah ini sudah beribadah kepada Allah. Jihad tidak selamanya berperang. Tangan membentuk hati. Tiga jari mengembang filosofinya menggapai. Warnanya emas itu kejayaan. Love itu cinta. Menggapai kejayaan dengan cinta," tuturnya.

Sebelum menutup sambutannya, Bang Haji sempat melantunkan syair-syair lagunya yang menurutnya telah lama mengajak untuk tidak korupsi dan lain sebagainya.

"Lewat lagu lewat dakwah selama ini itu nggak efektif. Saya teriak untuk kontribusi bangsa, ternyata nggak efektif. Ternyata hanya melalui jalur politik. Kita bisa memasukkan orang kita seideologi sebagai legislator dan eksekutif. Kalau kita punya partai," pungkasnya seraya mengajak berfoto bersama.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help