SriwijayaPost/

Kawasan Kota Lama Kayuagung Miliki Daya Tarik Tersendiri

Kawasan Kota Lama Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir yang terdiri dari rumah berusia ratusan tahun menjadi daya tarik sendiri.

Kawasan Kota Lama Kayuagung Miliki Daya Tarik Tersendiri
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
DESTINASI WISATA -- Beberapa rumah di kawasan Kota Lama Kayuagung, pinggiran Sungai Komering dicat warna-warni sehingga menjadi salah satu destinasi wisata OKI. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Daya tarik Kawasan Kota Lama Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membuat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tertarik untuk menghampirinya.

Apalagi lokasinya yang berada di pinggiran Sungai Komering dan bangunan warna warni mampu meningkatkan wisatawan lokal dan luar negeri.

"Arahan dari Disbudpar Provinsi agar UMKM yang ada bisa dikembangkan dan dipusatkan di kawasan kota lama. Menurutnya kota lama sudah memiliki brand," ungkap Camat Kota Kayuagung, Dedy Kurniawan SSTP MSi didampingi Kadin Pariwisata dan Budaya OKI H Amirudin SSos MSi, Jumat (14/4/2017).

Masih kata Dedy, pekan lalu Kawasan kota lama Kayuagung, Kedatangan Kepala Disbudpar Sumsel, Irene Camelyn bersama timnya seperti Parmiswari, salah satu folower instagram hingga puluhan ribu yang sering mengabadikan lokasi wisata di Indonesia serta Radifa salah satu ahli sketch di Sumsel.

Menurut Dedy,  mantan Kabag Humas Pemkab OKI ini, Disbudpar Sumsel berharap agar komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan OKI ditingkatkan, sehingga memiliki trik-trik untuk mengembangkan potensi wisata seperti melalui bloger dan media sosial.

Selanjutnya bisa disampaikan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinisi. "Disbudpar Provinsi akan membantu mempromosikan kawasan kota lama agar dikenal luas," ujar Dedy.

Untuk itu, menurut Dedy ada dua hal yang perlu dibantu dan sedang diusahakan solusinya. Diantaranya masih ada masalah masyarakat yang menggunakan mandi cuci dan kakus (MCK) terapung, sehingga tidak sedap dipandang mata.

Lantaran masih ada 77 warga yang belum memiliki WC dan menyewa serta tidak memiliki fasilitas MCK dari tuan rumah.

"Masalah ini sebelumnya kita sudah sampaikan ke pusat melalui dana APBN yang disampaikan melalui reses anggota DPR RI," ungkap Dedy.

Lalu berupaya menyerap dana CSR untuk membuat jemuran pakaian khusus agar masyarakat tidak menjemur pakaian sembarangan.

Halaman
12
Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help