SriwijayaPost/

Setelah Mabuk, Gadis 15 Tahun di Bogor Diperkosa Tujuh Remaja

"Setelah dicekoki minuman keras, korban yang sudah tidak sadarkan diri itu mulai diperkosa secara bergiliran oleh para pelaku," ucap Ulung.

Setelah Mabuk, Gadis 15 Tahun di Bogor Diperkosa Tujuh Remaja
TRIBUNNEWS.com
Tujuh remaja pelaku perkosaan saat diamankan di Mapolresta Bogor. 

SRIPOKU.COM.COM, BOGOR -- Seorang gadis berusia 15 tahun di Bogor menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh tujuh remaja, di pinggir Sungai Cipakancilan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Ketujuh pelaku berinisial HA, AM, AP, FH, RN, AR dan FS, akhirnya ditangkap polisi.

Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya mengatakan, perbuatan bejat para pelaku dilakukan setelah korban dicekoki minuman keras.

Ulung mengatakan, korban awalnya diajak pergi oleh pelaku FH dan HA ke bantaran Sungai Pakancilan. Setelah itu, korban dipaksa menenggak minuman keras jenis ciu hingga mabuk dan tak sadarkan diri. Setelah korban tak sadarkan diri, pelaku lainnya kemudian datang ke lokasi.

"Setelah dicekoki minuman keras, korban yang sudah tidak sadarkan diri itu mulai diperkosa secara bergiliran oleh para pelaku," ucap Ulung, di Mapolresta Bogor Kota, Kamis (13/4/2017).

Dirinya menambahkan, usai melakukan perbuatannya itu, para pelaku meninggalkan korban. Korban baru ditemukan warga keesokan harinya.

"Korban ditemukan warga sekitar dalam keadaan tidak sadarkan diri memakai kaos warna hitam keadaan baju tersingkap sampai leher," kata Ulung.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Komisaris Polisi Chandra Sasongko mengatakan, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polresta Bogor Kota untuk menjalani visum dan pemulihan mental.

Para pelaku, sambung dia, dikenakan Pasal 81 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Kita tetap kenakan pasal, meski pelaku masih berstatus pelajar. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara," katanya.

Penulis: Ramdhan Triyadi Bempah

Editor: Tarso
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help