SriwijayaPost/
Home »

Pali

PALI Launching Kartu Identitas Anak

Misal anak makan di CFC ada diskonnya. Ketika anak berusia 17 tahun ditukar dengan KTP. Ini kan masih awam Disdukcapil harus gencar mensosialisasikan.

PALI Launching Kartu Identitas Anak
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Direktur Pendaftaran Penduduk Ditjen Dukcapil Kemendagri Drs Derajat Wisnu Setyawan MM didampingi Kadisdukcapil Sumsel Dra Hj Septiana Zuraida Zamzami SH MSi. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tingginya jumlah kepemilikan akta kelahiran bagi anak, membuat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpilih menjadi salah satu yang akan melaunching Kartu Identitas Anak (KIA), Rabu (12/4/2017).

"Kepemilikan akta kelahiran bagi anaknya hampir 90 persen dari semua anak itu sudah memiliki akta kelahiran. Makanya di sana. Seluruh nasional. PALI termasuk tertinggi akta kelahirannya," ungkap Direktur Pendaftaran Penduduk Ditjen Dukcapil Kemendagri Drs Derajat Wisnu Setyawan MM didampingi Kadisdukcapil Sumsel Dra Hj Septiana Zuraida Zamzami SH MSi usai pertemuan di Kantor Disdukcapil Sumsel, Senin (11/4/2017).

Di samping sebagai kartu identitas anak, kata Derajat, KIA ini bermanfaat bagi pelayanan publik yang lainnya.

Misalnya mau daftar sekolah, kemudian nanti mau buka rekening bank dan lain sebagainya atau akses ke fasilitas kesehatan.

Menurutnya, untuk di Sumsel ada enam kabupaten/kota yang mencanangkan KAI ini.

Meliputi Kabupaten OKU Timur, PALI, Muba, Banyuasin, Lahat, dan Kota Pagaralam.

"Kemarin itu ada OKU Timur sudah pernah juga. Sekarang ini PALI. Selain itu Muba, Banyuasin, Lahat, Pagaralam. Seluruh Indonesia ada 514 kabupaten/kota untuk menjaring 50 kabupaten/kota terbesar dari itu saja tingkat aktr kelahirannya," ujarnya.

Kadisdukcapil Sumsel Dra Hj Septiana Zuraida Zamzami SH MSi menambahkan KIA itu digunakan untuk kepentingan si Anak dan perlu gencar disosialisasikan.

Gambar Kartu Identitas Anak (KIA).
Gambar Kartu Identitas Anak (KIA). (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)

"Misal anak makan di CFC ada diskonnya. Ketika anak berusia 17 tahun ditukar dengan KTP. Ini kan masih awam Disdukcapil harus gencar mensosialisasikan. RT RW, camat lurah. Mereka yang tahu masyarakat yang lahir, meninggal. Termasuk juga kartu itu harus connect perlu adanya perjanjian kerjasama dengan rumah makan, bank. Tugas Disdukcapil Provinsi ini sendiri mengkoordinir, memfasilitasi kebijakan pusat," jelas wanita yang biasa disapa Anna.

Menurut istri mantan Walikota Lubuklinggau pertama Riduan Effendi, selama ini anak usia 0 tahun hingga yang berusia kurang sehari 17 tahun hanya memiliki akte kelahiran. Maka kebijakan baru dibuat KIA.

"Untuk usia 0 tahun hingga kurang sehari 5 tahun KIA dibuat yang tanpa foto. Untuk KIA anak berusia 5 hingga berusia kurang sehari 17 tahun KIA memakai foto," kata putri mantan Ketua DPRD Sumsel yang juga mantan Ketua DPD 1 Partai Golkar Sumsel, H Zamzami Ahmad.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help